Home / Hukum dan Kriminal / 2 Terdakwa Sindikat Narkotika Divonis Hukuman Mati dan Seumur Hidup

2 Terdakwa Sindikat Narkotika Divonis Hukuman Mati dan Seumur Hidup

Jakarta, sketsindonews – Majelis hakim diketuai Purwanto, menjatuhkan hukuman pidana mati kepada terdakwa Nur Rachman alias Ade alias Ivan Bin Manin Permama dan hukuman seumur hidup kepada terdakwa Honi Aprizal alias Apri alias Oni Bin Aby Tubagus. Kedua terdakwa adalah jaringan sindikat narkotika Internasional.

“Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nur Rachman alias Dade alias Ivan Bin Manin Permana dengan pidana mati dan terhadap terdakwa Honi Aprizal alias Apri Bin Aby Tubagus dengan pidana seumur hidup,” kata hakim ketua Purwanto, saat membacakan putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (13/1/22).

Dalam amar putusan disebutkan, kedua terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan I jenis shabu sebanyak 264 kilogram.

Sedangkan, kata majelis hakim, hal yang memberatkan adalah barang bukti shabu sebanyak 264 kilogram tergolong besar. Selain itu, para terdakwa pernah dihukum dalam kasus yang sama dan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana Narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, tidak ada.

Adapun hukuman yang berbeda kepada terdakwa tersebut, karena peran para terdakwa yang dinilai berbeda. Dimana, para terdakwa juga pernah dihukum dalam kasus yang sama dengan hukuman pidana yang berbeda pula. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Guntur Adi Nugraha dan Danang Dermawan, menuntut kedua terdakwa dengan pidana mati.

Saat penangkapan kepada awak media, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang didapatkan dari masyarakat tentang adanya transaksi narkoba dalam jumlah besar.

Dimana berdasarkan penyelidikan, orang yang diduga akan melakukan transaksi tersebut menggunakan satu unit mobil Daihatsu Grandmax warna putih Nopol B 9419 CCD. Sabu diduga berada di dalam mobil.

“Dari hasil pengungkapan kasus ini diamankan dua orang tersangka berinisial NR alias D dan HA alias A. Yang dalam interogasi awal, mereka mengambil barang bukti sabu ini dari Hotel N1 yang berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ini yang kemudian akan mereka simpan di kawasan Gunung Sindur, Bogor sebelum nantinya diedarkan,” kata Fadil Imran.

Tersangka NR juga menyebut, bahwa sabu tersebut dibawa dari Aceh menuju Jakarta, dengan menggunakan jalan darat. Tersangka diduga termasuk dalam jaringan Internasional Timur Tengah.

“Diduga jaringan ini dikendalikan antarnegara dari Timur Tengah, diduga dari Iran. Dikendalikan oleh sindikat narkoba dari Nigeria, untuk beroperasi di wilayah Indonesia. Sementara untuk kasus ini kita masih cari satu tersangka lainnya yang kini masuk DPO yang menurut pengakuan tersangka bernama Papi,” tegasnya. (Simon)

Check Also

Laporannya Molor 1,5 Tahun, Begini Tuntutan Kuasa Hukum Pembeli Apartemen Antasari 45

Jakarta, sketsindonews – Kuasa Hukum dari pembeli Apartemen Antasari 45, Utomo Karim menuntut kepastian hukum …

Watch Dragon ball super