Home / Hukum dan Kriminal / 8 Saksi Di Sidangkan Dalam Kasus Dugaan Korupsi BKK

8 Saksi Di Sidangkan Dalam Kasus Dugaan Korupsi BKK

Denpasar, sketsindonews – Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram kembali menjalani sidang lanjutan perkara dugaan korupsi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di Pengadilan Negeri Tipikor, Denpasar, Jumat (24/12/21).

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, I Putu Eka Suyantha mengatakan, agenda tersebut yakni memeriksa delapan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kadek Agustina selaku PNS pada Disbud Denpasar, Wayan Diana selaku Bendahara pengeluaran Disbud Denpasar, I Putu Sumarhadi selaku Pegawai honores Disbud, I Made Suparman selaku Bendesa padang sambian, I Made Budiasa selaku Bendesa Tonja” kata Eka kepada Sketsindo, Jumat (24/12/21).

Kemudian, Eka bilang, I Wayan Butu Antara selaku Bendesa Sumerta, AA Oka Adnyana selaku Bendesa Panjer, dan I Wayan Sujana selaku Penyarikan Serangan.

Diketahui, para Bendesa tersebut menerangkan Memang benar tahun 2019 dan 2020 ada mendapatkan bantuan dana BKK dengan potongan tahun 2019 dengan PPh 1,5%, untuk potongan pajak rekanan besarnya bervariasi dari tahun 2020 sebesar 10 persen, pajak rekanan dan PPh 1,5.

Sementara para saksi dari pegawai Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menerangkan bahwa pada tahun 2019 ada setoran ke dinas sebesar Rp. 145 juta dengan pembagian Rp. 70 jutauntuk kegiatan dinas dan kesejahteraan pegawai, sisanya sebesar Rp. 75 juta diperuntuk kepada Kadis tahun 2020.

Adapun pemberian dana sebesar Rp. 80 juta dari rekanan ke Kadis yang diambil oleh Agustina Putra (bendahara pembantu disbud) kemudian uang tersebut diserahkan ke Kadis dan dimasukkan ke dalam laci.

Selanjutnya Setelah ada pemeriksaan dari Kejaksaan Negeri Denpasar, dana Rp. 80 juta itu dengan diposisi dikembalikan ke rekanan yang diserahkan langsung oleh Kadis yang disaksikan oleh Agustina, tapi pihak rekanan tidak mau menerimanya dan uang tersebut di lempar ke lantai dan diamankan oleh Agustina, kemudian uang tersebut dititipkan ke penyidik untuk selanjutnya dijadikan barang bukti.

Sekedar informasi, Bagus Mataram ditahan usai dilakukan pelimpahan tahap II di Kejari Denpasar beberapa waktu lalu. Dalam perkara ini Bagus Mataram diduga merugikan keuangan negara lebih dari Rp 1 miliar.

Sebagaimana dibeberkan Kepala Kejari (Kajari) Denpasar Yuliana Sagala, dalam perkara ini Bagus Mataram selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak melaksanakan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah dan pengelolaan keuangan negara, daerah yang efektif dan efesien.

“Tersangka selaku PA disamping mengalihkan kegiatan dari pengadaan barang dan jasa menjadi penyerahan uang yang disertai adanya pemotongan bagi fee rekanan. Juga dalam kapasitasnya selaku PPK tidak membuat rencana umum pengadaan, memecah kegiatan, melakukan penunjukan langsung tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan pembuatan dokumen pengadaan fiktif. Bahwa akibat perbuatan tersangka tersebut terdapat potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp. 1 miliar lebih,” ungkap mantan Kajari Lampung Utara kala itu. (Fanss)

Sidang kasus dugaan korupsi BKK, (doc. sketsindonews.com)

Check Also

Mau Safari Sholat Jum’at, Anggota Sat. Binmas Polres Sampang Dan Masyarakat Tangkap Tahanan Kabur Dari Rutan Kelas IIB Sampang

Sampang, sketsindonews – Kapolres Sampang AKBP Siswantoro S.IK, MH melalui Kasi Humas Polres Sampang Ipda …

Watch Dragon ball super