Home / Berita / Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad ‘OMDO’
Mantan Ketua KPK, Abraham Samad. (Dok. Jawa Pos)

Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad ‘OMDO’

Jakarta, sketsindonews – Direktur Eksekutif GACD, Andar M Situmorang anggap Mantan Ketua KPK Abraham Samad OMDO komentari kasus mega korupsi nasional e-KTP proyek ambisius diera rezim SBY tahun 2006 yang berkembang menjerat banyak pihak salah satunya Setya Novanto.

“Abraham Samad itu cuma Omdo (ngomong doang),” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/11/17).

Andar mengungkapkan bahwa hingga saat ini Abraham Samad masih menjadi tersangka dalam kasus pemalsuan surat di Makassar.

Lalu, ditambahkan Andar memaparkan, “selama masa 4 tahun dinas di KPK, kemana aja neh Abraham Samad sama sekali tidak pernah mau lakukan penyelidikan atau sidik ungkap skandal mega korupsi nasional bernama e KTP ?? harusnya Abraham Samad.belajar tahu kronologis mega korupsi nasional e-KTP sudah dirancang sejak rezim SBY tahun 2006, bersama Mardiyanto Mendagri kabinet bersatu SBY diawali menciptakan payung hukum berlakukan undang undang Nomor. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan
dinyatakan pasal 101 huruf a dan b. pemakaian NIK E -KTP, paling lambat tahun 2011 dan sejak tahun 2009. lahir proyek e-KTP dibidani Mardiyanto dan Paska Zuseta Meneg PPN/Kepala Bapenas libatkan stafnya bernama AGUS RAHARDJO yang sekarang jadi Ketua KPK.. kasus e-KTP tersebut sudah ada sejak tahun 2011, pertanyannya Samad sama BW kemane aja belagak tidak tahu, tapi sengaja peti es kan e-KTP kenapa? karena turut terlibat mengawal proyek ambisius mega korupsi nasional e KTP tersebut.”

“Samad berapa dikasi Gamawan Fauzi (Mantan Mendagri Periode 2009-2014)??,” tanya Andar. “Nyusul KPK Chandra Hamzah terima 40 Miliar di TKP rumah Nazarudin di Pejaten,” tambahnya.

Terkait status tersangka Abraham Samad, Andar kembali menekankan bahwa hingga detik ini, Jaksa Agung Prasetio gagal paham tatapkan Deponering kasus pidana umum pemalsuan surat berdasarkan uu kejaksaan yang di Deponering. “Hadiah buat tersangka Abraham Samad, nota bene belum Sah karena masih digugat,” katanya.

“Batalkan DEPONERING sidang Praperadilan di PN Jaksel biar hukum di negara ini tegak berdasarkan Kuhap jangan suka-suka Jaksa Agung Prasetio salah ‘Penegak Hukum Menegakkan Hukum Dengan Cara Melawan Hukum ‘ atau penegakan hukum sengaja di amburadul kan ,dan bila benar pernah praktisi hukum maka Samad dan BW pun harus menolak hadiah tersebut,” tutupnya.

(Eky)

Check Also

Fokus Survey KHL, Said Iqbal: Gubernur Tidak Harus Tunduk Pada PP 78/2015

Jakarta, sketsindonews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kembali menegaskan, bahwa Gubernur …

Watch Dragon ball super