Home / Apa Kata Mereka / Ada Apa Dengan Sampah di Sabang, Protes Para Toko dan Kuliiner Sabang

Ada Apa Dengan Sampah di Sabang, Protes Para Toko dan Kuliiner Sabang

Jakarta – sketsindonews – Ihwal sampah di Jalan Sabang menjadi tempat LPS (Lahan Pembuangan Sementara) di duga permainan yang disengaja dengan adanya kebijakan sampah yang menutupi toko di Jalan Sabang, Kecamatan Menteng Jakarta Pusat.

Akhirnya menimbulkan complain bagi Pemiilik Toko dan Kuliner Sabang yang lambat akibat volume sampah serta angkutan sampah tak cepat dalam mengatasi masalah.

Sumber sketsindonews.com sampah yang yang menumpuk dan lambat angkut membuat aroma bau berlanjut beberapa toko merasa keberatan atss LPS berada di trotoar.

Sumgguh ini berdampak pada kuliner di Jalan Sabang, kami tak habis pikir, kenapa di situ harus ada LPS di jalan strategis, ujar Bian (40).(26/7)

Ini pasti ada permainan yang sengaja sehingga tak ada solusi. Semestinya Pemerintah Kota Jakarta Pusat sudah dapat secara cepat mengatasi hal ini yang sudah beberapa tahun tak pernah selesai.

Ada dampak yang di timbulkan yakni dengan sampah (LPS) Sabang, “pertama masalah sejumlah toko merasa di rugikan seperti : Toko Bata, Kantor JNT, dan Toko Kelontong mereka sudah membuat surat keberatan keoada Kantor Kelurahan setempat”.

Kedua, ini jalan strategis dimana para pejabat melintas kawasan itu, apalagi adanya Asian Gemas dan turis mancanegara kerap makan di wisata kuliner Sabang.

Hal lain sambung Bian..pendestrian menjadi kotor karena sisa sampah mengandung carbon mono oksida yang tinggi dan sulit untuk dibersihkan faktor limbah, pungkasnya.

Pihaknya berharap pemerintah bisa mempertimbangkan dan selain parkir juga untuk di tata krmbali lebih baik, jangan lagi ini di jadikan lahan rawan pungli.

Sementara Lurah Kebon Sirih Indarto menyatakan, problem ini sudah lama dan semenjak saya belum bertugas juga sudah ada masalah, tukasnya

“Jadi kalo sekarang complain kami tak heran, saat itu kan atas perintah pimpinan untuk sementara di situ letaknya.”

Apa yang sudah kami lakukan, Menurut Indarto, pihaknya sudah upaya dengan PPSU berbagai cara  kawasan itu menjadi prioritas clear.

Itukan hanya malam hari, kalo siang pun tak ada selain juga, sanggahnya.

“Kami akan rapatkan pihak – pihak terkait, padahal kami sudah meminta Sudin LH ssbelumnya agar bagaimana warga kuliner dan para toko disekitar tidak terkena dampak dari sulitnya keberadaan LPS alternatif”, jelas Indarto.

reporter : inong

Check Also

Bawaslu Harus Cermati Reuni Aksi Persaudaraan 212 Yang Akan di Gelar di Monas

Jakarta, sketsindonews – Alumno 212 akan kembali menggelar aksi yangvrencananya akan menggelar di lapangan Monas …

Watch Dragon ball super