Home / Artikel / Ahok Menangis Didakwa Jaksa Tentang Penistaan Agama

Ahok Menangis Didakwa Jaksa Tentang Penistaan Agama

Jakarta, sketsindonews – Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didakwa melakukan penodaan agama terkait pernyataannya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Ahok didakwa menodai agama karena penyebutan surat Al Maidah ayat 51.

“Terdakwa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan ataupun penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia,” kata Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di eks PN Jakpus, Jl Gajah Mada, Jakpus, Selasa (13/12/2016).

Perbuatan Ahok yang disebut jaksa menodai agama ini terjadi saat Ahok berkunjung ke tempat pelelangan ikan (TPI) Pulau Pramuka di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Saat itu Ahok datang dalam rangka panen ikan kerapu dengan didampingi sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, Bupati Kepulauan Seribu, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan serta para nelayan, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Pada saat terdakwa mengadakan kunjugan kerja tersebut, terdakwa telah tercatat sebagai salah satu calon gubernur DKI Jakarta yang pemilihannya akan dilaksanakan pada Februari 2017,” imbuh Jaksa.

Dalam sambutan di depan warga, Ahok dianggap sengaja memasukkan kalimat terkait pemilihan gubernur. Saat itu Ahok sudah terdaftar sebagai cagub DKI.

“Ketika terdakwa memberikan sambutan dengan sengaja dengan memasukkan kalimat yang berkaitan dengan agenda pemilihan gubernur tersebut dengan mengaitkan surat Al Maidah ayat 51,” sebut Jaksa.

Dalam pembacaan nota keberatan (eksepsi) Ahok sempat menistiskan air mata sambil membaca dakwaan atas dirinya oleh jaksa penuntut umum.

Pantauan sketsindonews.com massa berkumpul di depan gedung eks PN Jakarta Pusat untuk menyaksikan sidang perdana dugaan kasus penistaan agama oleh gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama.

Dalam pembacaan nota keberatan (eksepsi) Ahok sempat menistiskan air mata sambil membaca dakwaan atas dirinya oleh jaksa penuntut umum.”Kami hadir untuk memberikan dukungan dan mengawal proses persidangan agar tetap berjalan bebas intervensi,” kata Rendy Reinhart yang merupakan koordinator relawan tim pemenangan Basuki-Djarot di depan Gedung Eks PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada nomor 17, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).

Beberapa relawan terlihat menggunakan baju kotak-kotak yang merupakan seragam kampanye Ahok-Djarot. Selebihnya, relawan Ahok-Djarot yang hadir terlihat mengenakan kemeja putih.

Selain massa relawan, hadir pula massa dari beberapa ormas yang menuntut Ahok segera ditahan. Massa berorasi dan membawa spanduk yang isinya menuntut penegak hukum untuk menghukum Basuki Tjahaja Purnama.

received_1804673356470384

 

Pekikan takbir dan mars bela aksi bela Islam terus berkumandang dari massa yang menuntut Ahok ditahan. Sedangkan di sisi berbeda relawan Ahok-Djarot menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu nasional lainnya.

Hingga saat ini, kondisi dua kerumunan massa masih terlihat kondusif. Hal ini dikarenakan adanya jarak yang diberikan oleh polisi agar kedua kelompok tidak saling berhadapan langsung.(Nr)

Check Also

Gubernur DKI Terima Tim Elite Squade PPSU Sumbang Korban Palu

Jakarta, sketsindonews – Tak sangka Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kedatangan tim Jakarta Elit …

Watch Dragon ball super