Home / Artikel / Aksi Bully Penyandang Disabilitas Oleh Oknum Mahasiswa Timbulkan Reaksi

Aksi Bully Penyandang Disabilitas Oleh Oknum Mahasiswa Timbulkan Reaksi

Jakarta, sketsindonews – Peristiwa yang dialami MF Disabilitas Autis mencenderai rasa kemanusiaan siapa saja yang menyaksikan.

Untuk itu 30 organisasi Disabilitas yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas akan melakukan aksi simpatik dengan beraudiensi kepada pihak Rektorat Universitas Gunadarma sekaligus menyerahkan surat pernyataan atas sikap “bully” yang dilakukan mahasiswanya, Senin (17/7).

Menurut Aktivis Disabilitas Ramadhani sekaligus anggota Pertuni menyatakan, sampai malam ini telah terkumpul 35 Organisasi 11 Komunitas dan 30 Perorangan yang menyatakan dukungan terhadap aksi ini.

“Kami akan lakukan aksi di kampus Gunadarma dalam menyatakan sikap solidaritas yang dialami MF,” ucapnya.

“Para pemyandang Disabilitas merasa ini bagian dirinya terutama kesadaran kolektif atas peristiwa tentang hak-hak pemyandang disabilitas,” ujarnya.

Sementara Koordinator Gerakan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas Trian Airlangga mengatakan bahwa Peristiwa kekerasan yang menimpa MF mahasiswa Universitas Gunadarma yang dilakukan beberapa temannya di Kampus kembali menyanyat rasa kemanusiaan kita.

Apalagi video yang berdurasi 14 detik yang diunggah oleh seseorang di Instagram menggambarkan tidak ada satupun yang mampu mencegah penghinaan tersebut, malah menunjukkan cara pandang sosial yang merendahkan. Bahkan saat korban berusaha membela diri menjadi bahan candaan dan teriakan yang memojokkan.

Situasi ini sangat menimbulkan keprihatinan yang mendalam. “UU Nomor 8 Tahun 2016 menyatakan pada pasal 42 ayat 3 bahwa Setiap Penyelenggara Pendidikan Tinggi wajib menfasilitasi pembentukan Unit Layanan Penyandang Disabilitas,” terangnya.

Sedangkan di Pasal 145 menyatakan Setiap Orang yang menghalang-halangi dan/atau melarang Penyandang Disabilitas untuk mendapatkan hak sebagaimana dalam pasal 143 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

Pasal 143 point a menjelaskan tentang peringatan setiap orang yang menghalang-halangi Penyandang Disabilitas memperoleh hak pendidikan yang setara tanpa kecuali.

Oleh karena itu kami yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, Mengecam keras tindakan dan perilaku yang tidak manusiawi dari orang orang yang notabene sebagai mahasiswa.

Kedua, Mengecam segala bentuk cara pandang sosial yang mengarah pada penghinaan, merendahkan martabat kepada korban.

Ketiga, Bagi semua Mahasiswa yang terlibat dan meramaikan perbuatan keji tersebut wajib diberikan sanksi sosial dan penyadaran tentang Hak Hak Penyandang Disabilitas.

Keempat, Hukuman sanksi sosial tersebut adalah 5 tahun berturut turut mengikuti kegiatan Penyandang Disabilitas, minimal 2 kali setiap bulannya.

Kelima, Menuntut pelaku dan para mahasiswa yang menyaksikan perbuatan keji tersebut untuk mendapatkan bimbingan dari orangtuanya masing masing dan tidak mengulangi perbuatannya lagi

Keenam, Pihak kampus agar segera mensosialisasikan cara berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas dengan memperhatikan hak hak Penyandang Disabilitas sesuai UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dengan melibatkan organisasi Penyandang Disabilitas.

Ketujuh, Meminta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai penanggung jawab keberlangsungan Pendidikan Tinggi segera melakukan

(Dev)

Check Also

Sudah Ribut Peganti Wagub DKI Sandi, Sementara SK Presiden RI Belum Diterima Sandiaga

Jakarta, sketsindonews – Pengunduran diri Wagub Sandiaga Uno belum sepenuhnya sah secara UU masih ada …

Watch Dragon ball super