Home / Opini / Aksi Terorisme Merupakan Kejahatan Kemanusiaan

Aksi Terorisme Merupakan Kejahatan Kemanusiaan

Jakarta, sketsindonews – Indonesia berduka dan terguncang dengan serangkaian Teror BOM di wilayah NKRI, dan kali ini Kota Pahlawan Surabaya yang menjadi sasaran pengeboman oleh kelompok Radikal.

Melalui rilis dari Institusi Polri, Kapolri meyatakan bahwa diduga Teror tersebut dilakukan oleh Kel radikal ISIS. Hasil identifikasi dari Polda Jatim menyatakan bahwa PELAKU dari serangkaian BOM di Gereja Surabaya merupakan satu keluarga (suami isteri dan anak).

Turut berduka kepada Polisi dan masyarakat yang telah menjadi korban kebrutalan dari kelompok Radikal yg tidak berprikemanusiaan. Seluruh rakyat Indonesia dan dunia mengutuk AKSI RADIKAL tersebut, dan tetap mendukung POLRI dalam menjalankan tugas, Rakyat Indonesia tidak akan gentar dengan ancaman dan intimidasi dari pelaku TEROR.

Ada beberapa poin point penting yang harus diketahui dan menjadi edukasi masyarakat yaitu;

  1. Aksi Terorisme merupakan Kejahatan Kemanusiaaan
  2. Pelaku Terorisme Musuh Bersama
  3. Pelaku Terorisme merupakan ‘KELOMPOK TERLATIH” yang mempunyai keterampilan dalam banyak hal seperti, perakitan bom, pemahaman tentang intelijen, ketermpilan penguasaan massa, “pemain terlatih” dan lain-lain.
  4. Memanfaatkan “Humanisme Sosok perempuan dan Anak” untuk dijadikan sebagai Pola Baru dalam Aksi Bom Bunuh Diri.
  5. Waspada terhadap “POLA dan MODUS BARU” dengan tipe dan strategi Penyerangan oleh kelompok Teroris.
  6. Pelaku Terorisme merupakan murni kriminal.
  7. Pelaku Teror Bom Dilakukan Oleh Kelompok Jaringan Terorisme yang ada di Indonesia dan dunia.

Oleh karena itu ada beberapa hal penting yang harus dijadikan pemahaman oleh banyak elemen, yakni;

  1. Bersama Rakyat, TNI POLRI dan seluruh elelemen bangsa untuk mewaspadai AKSI TEROR oleh KELOMPOK RADIKAL.
  2. Tetap mengedepankan kepercayaan pada PEMERINTAH dan INSTITUSI PENEGAK HUKUM.
  3. Segera sahkan Revisi UU tentang Terorisme.
  4. HINDARI TERPROVOKASI oleh kelompok yang memancing di air keruh untuk tujuan adu domba dan mengambil keuntungan dari kejadian teror saat ini.
  5. Serangkain TEROR BOM jangan dikaitkan dengan pembubaran Ormas.
  6. SEMUA AGAMA mengajarkan kebaikan dan mengedepankan kemanusiaan.
  7. Berdasarkan Data & fakta dari Polri bahwa adanya KETERLIBATAN SATU KELUARGA YANG DIDALAMNYA ADA SEORANG IBU DAN ANAK, maka diharapkan Pemerintah Pusat dan daerah mengoptimalkan Strategi Nasional dan Rencana Aksi Nasional pada program penguatan KETAHANAN KELUARGA.
  8. Aksi pelibatan Perempuan sudah dilakukan oleh oknum perempuan yg bernama Novi yg sedang hamil yg akan menyerang Istana tahun lalu serta sudah dilakukan oleh perempuan lain dinegara lain sepeti Irak dan Suriah.
  9. PELIBATAN ANAK MEMANG PERTAMA KALI NAMUN DI IRAN SUDAH PERNAH DILAKUKAN.
  10. Mengingatkan pada beberapa tahun lalu yang dilakukan kelompok radikal dengan membuat gerakan membangun Re generasi pada USIA ANAK DAN REMAJA (terbongkar oleh aparat yang berada di ujung perbatasan jaktim dan Cibinong).
  11. Meminta dengan tegas kepada elite politik untuk tidak mengeluarkan pernyataan atau sikap yang memicu situasi memanas, dan diharapkan mengedepankan sikap kenegarawanan dan menghindari ujaran kebencian serta memanasi rakyat dengan bahasa & diksi permusuhan dan adu domba.
  12. STOP AKSI MENUDING
  13. Meminta yang berwenang untuk memberikan porsi perhatian besar pada Institusi PENEGAK HUKUM agar mempunyai Alat dan Startegi untuk DETEKSI ANCAMAN TERORISME.
  14. Tujuan dari TEROR BOM oleh TERORISME adalah untuk menghancurkan Indonesia dan dunia yg saat ini tdk hanya menggoncang Indoensia tapi ada di beberapa negara lain.
  15. Sudah saatnya dilakukan Revisi SOP untuk SISTEM PEMERIKSAAN DITEMPAT FASILITAS UMUM termasuk KANTOR PEMERINTAHAN termasuk kantor TNI POLRI.
  16. Waspada terhadap DOKTRIN melalui MEDIA SOSIAL, Blog dan website yang ada di Internet yang mengatasnamakan agama tertentu untuk melakukan aksi radikal dan teror.
  17. Waspada pada Doktrin oleh oknum sekelompok masyarakat melalui bentuk kegiatan yang beragam.
  18. Meminta ada gerakan massif oleh TOKOH AGAMA, TOKOH MASYARAKAT, PUBLIK FIGUR, POLITISI, PROFFESIONALISME, AKADEMISI. MEDIA DAN SELURUH ELEMEN BANGSA untuk menyuarakan kebersamaan, menyuarakan Nasionalisme, stop ujaran kebencian dan adu domba, dan,
  19. Penanganan dan pencegahan TERORISME dilakukan secara holistik.

#MariBersatuKitaIndonesia
#AkuKamudanDiaIndonesia
#IndonesiaMilikKitaBersama
#IndonesiaHebatIndonesiaSejahtera
#BergerakBersamaMembangunAnakIndonesiaHebat
#BersamaWujudkanCita
#BersamaPolriHentikanTerorisme
#KamiBeraniKamiTakGentar

Salam NKRI

 

Oleh: Erlinda
Ketua Indonesia Child Protection Watch,
Komisioner KPAI Periode 2014 – 2017,
WaSekjen Syarikat Islam Bidang Politik
Humas Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ)

Check Also

G30S/PKI Polemik Setengah Abad, Beraroma Ideologi

Oleh: Riesqi Rahmadiansyah, Pegiat Hak Asasi Manusia dan Ketua Umum Advokat Pro Rakyat Opini, sketsindonews …

Watch Dragon ball super