Home / Artikel / Alexis Harus Tutup, Jangan Masyarakat Yang Bertindak

Alexis Harus Tutup, Jangan Masyarakat Yang Bertindak

Jakarta, sketsindonews – Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Rico Sinaga meminta manajemen PT Grand Ancol Hotel (GAH) untuk mematuhi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup Hotel Alexis dan semua jenis usaha hiburan di dalamnya, dalam rilisnya yang diterima sketsindonews. com. (28/3

Ia khawatir jika manajemen perusahaan itu kembali membandel seperti saat setelah Hotel Alexis ditutup pada Oktober 2017, masyarakat akan bereaksi negatif apa yang dilihat pada faktanya.

“Manajemen PT Grand Ancol Hotel hendaknya menaati kebijakan Gubernur, dan mencontoh sikapnya yang konstitusional,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sikap Anies yang konstitusional tercermin dari kebijakannya yang berbeda dengan gubernur-gubernur sebelumnya, termasuk Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dalam melakukan penertiban.

Gubernur-gubernur sebelum Anies, jelas aktivis senior ini, gemar sekali “show of force” dalam melakukan penertiban dengan mengerahkan ratusan, bahkan ribuan aparat gabungan Satpol PP, TNI dan Polri.

“Anies berbeda. Saat sudah diputuskan Alexis akan ditutup (untuk kali kedua) kalinya dimana sebelumnya Satpol PP menyiapkan 325 personel gabungan,

Namun dia langsung membatalkan penertiban tersebut, karena ada hal keanehan sehingga sampai bocormya eksekusi ini.

Tapi keesokan harinya, dia mengirimkan surat kepada PT Grand Ancol Hotel untuk memberitahu bahwa TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata)-nya telah dicabut.

Dia lakukan ini dengan berpegang pada Perda No 6 Tahun 2015 dan Pergub No 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata, dan itu merupakan cara yang konstitusional,” katanya.

Aktivis senior ini memuji pola penertiban Anies tersebut karena dinilainya sebagai pola baru, sekaligus terobosan, dalam penegakkan Perda di Ibukota.

“Karena itu, kita harus apresiasi ini dan pengelola Alexis pun jangan bandel,” tegasnya.

Ia mengingatkan, masyarakat di sekitar hotel itu yang berada di Jalan RE Marthadinata, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, telah lama resah karena hotel yang di dalamnya juga ada griya pijat, karaoke, bar, live music dan restoran itu memang diduga kuat menyediakan jasa prostitusi dan rawan peredaran Narkoba.

“Jadi, kalau PT Grand Ancol itu masih saja bandel, bisa saja masyarakat akhirnya mengamuk dan merusak hotel esek-esek itu,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Oktober 2017 Anies menutup Hotel Alexis dan griya pijatnya karena terbukti menjadi ajang prostitusi, namun karena usaha hiburan lain di hotel itu tetap beroperasi, seperti bar dan live music, hotel itu tetap ramai. Bahkan belakangan diberitakan kalau hotel itu kembali beroperasi dan secara sembunyi melakukan aktifitasnya.

Anies berencana menutup kembali hotel itu, namun karena Satpol PP menyiapkan 325 personel gabungan Satpol PP, TNI dan Polri, penutupan dibatalkan.

Sebagai gantinya, Jumat (23/3/2018), Anies mengirimkan surat ke PT GAH yang memberitahu bahwa TDUP perusahaan itu telah dicabut, dan perusahaan itu diberi waktu 5×24 jam untuk menutup usahanya.

Saat konferensi pers di Balaikota DKI, Selasa (27/3/2018), Anies mengakui, langkah ini ditempuh setelah Pemprov melakukan pemeriksaan yang lengkap atas semua laporan terjadinya praktik-praktik yang melanggar pasal 14 Perda No 6 Tahun 2015 tentang Pariwisata, di Hotel Alexis.

“Bermula dari laporan yang dibuat oleh sebuah majalah yang kemudian kami tindaklanjuti. Kami lakukan pemeriksaan, investigasi lengkap, mengumpulkan seluruh informasi, sumber-sumber, dan sampai pada kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran Perda (di Alexis),” jelasnya.

Anies menegaskan, Pemprov akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran Perda, terutama yang menyangkut praktik perdagangan manusia, Narkoba, prostitusi, dan perjudian.

“Pemprov DKI ingin mengirimkan pesan kepada semua, bahwa tindakan tegas akan kami kerjakan sebagaimana kami lakukan pada kasus ini. Dan kita berharap kepada semua, jangan teruskan pelanggaran-pelanggaran berat seperti ini,” ucap Rico.

reporter : nanorame

Check Also

Cimanuk Normal, Petani Indramayu Lega

Indramayu, sketsindonews – Petani di Kabupaten Indramayu boleh kembali lega, pasalnya Kementerian Pertanian lewat tim …

Watch Dragon ball super