Home / Berita / Dianggap Tidak Profesional, Andar Laporkan Penyidik Bareskrim Ke Kapolri dan Propam Polri

Dianggap Tidak Profesional, Andar Laporkan Penyidik Bareskrim Ke Kapolri dan Propam Polri

Jakarta, sketsindonews – Advokat Pengacara pada Law Firm ‘Golden Twins Bridge’ Andar M Situmorang laporkan penyidik Bareskrim ke Kapolri, Kadiv Propam dan Kabareskrim Polri atas dugaan ketidakprofesionalan penyidik Bareskrim Polri Direktorat Tipidum dan penyidik Direktorat Direskrimum Polda Metro Jaya dalam menangani perkara Laporan Polisi Nomor: LP/612/V/2015 /Bareskrim tanggal 15 Mei 2015 dengan tersangka Andi Kusuma domisili Jakarta dan Laporan Polisi Nomor : LP/1381/XII/2015/ Bareskrim dengan tersangka Muryati domisili di Kendal Jawa Tengah atas pengaduan pelapor Mr He Zhou Hui (WNA RRC)

Dari surat yang ditujukan kepada Kapolri, Kabareskrim dan Kadiv Propam Polri tertanggal 13 September 2018 berdasarkan surat kuasa tanggal 10 September 2018 dari Mr He Zhou Hui sejak tahun 2014 menjadi Korban penipuan Rp 20.5 miliar oleh 2 orang WNI mitra bisnisnya, hingga kerugianya dilaporkan resmi ke Bareskrim Polri selaku korban tindak pidana penipuan atau penggelapan atau TPPU dimaksud pasal 372 atau 378 atau pasal 3, 4, dan 5 UU No 8 tahun 2010 tentang TPPU.

“Kerugian klient pelapor WNA RRT tersebut menacapi Rp 20.5 Miliar,” katanya saat dihubungi, sabtu (15/9).

Andar memaparkan bahwa sejak dilaporkan sejak tanggal 15 Mei 2015 sampai dengan hari saat ini penyidikan selama 40 bulan, namun ternyata tidak memiliki kepastian hukum, akibat tidak ditangani penyidik secara profesional tidak ditrapkan penyidilan cepat, objektif, dan jujur tanpa berpihak.

Lanjutnya, bahkan para penyidik tidak melaksanakan perintah rekomendasi hasil pemeriksaan Biro Wassidik Bareskrim Polri pada pertengahan Maret 2018 agar menaikan status hukum Andi Kusuma dan Muriyati menjadi tersangka tindak pidana atas ke dua laporan polisi no pol .613 / Bareskrim tgl 15 mei 2015 kerugian Rp 13 M dan laporan polisi No
1381/Bareskrim Polri tgl 10 desember 2015 kerugian Rp.7.5 Miliar

“Disamping mempati eskan perkara, penyidik tidak melakukan penyitaan terhadap aset-aset harta benda hasil kejahatan dikuasai tersangka yang tidak dikenai penahanan tidak dicekal,” tegasnya.

Atas kejadian ini, secara tegas Andar menyatakan memohon kepada Kapolri agar semua penyidik yang non profesional menangani dua perkara tersebut dimutasikan dinas ke Dodiklat Polri untuk dididik kembali.

“Dan agar diganti semua penyidik perkara ke dua laporan polisi tersebut,” pungkasnya.

(Eky)

Check Also

Garda Perawat Kebangsaan Selenggarakan Arrow Training Calon Pemimpin Bangs

Jakarta, sketsindonews – Lembaga pendidikan yang bertujuan untuk membentuk karakter kepribadian yang handal siap menjadi …

Watch Dragon ball super