Home / Berita / Andar: Novel Penyidik KPK Terbodoh dan Terlicik

Andar: Novel Penyidik KPK Terbodoh dan Terlicik

Jakarta, sketsindonews – Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Goverment Againts Corruption & Discrimination (GACD), Andar M Situmorang secara tegas mengatakan bahwa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan merupakan penyidik terbodoh di dunia.

“Novel itu penyidik KPK terbodoh di dunia,” kata Andar, yang menjadi kuasa hukum Risco Pesiwarissa ajudan anggota DPR RI asal Partai Demokrat Johny Allen Marbun, di Jakarta, Rabu (09/8).

Bukan tanpa alasan, kata Andar kebodohan tersebut terlihat dalam Berita Acara Pemeriksaan Abdul Hadi Jamal DPR F PAN, dimana nama penyidiknya hanya mencantumkan nama Novel saja tanpa keterangan lain.

“BAP tersangka Abdul Hadi Jamal DPR F PAN, nama penyidiknya hanya Novel siapa tidak jelas (tidak ada nama lengkap-red),” kata Andar.

Serta, ditambahkan, “Tidak lengkap dengan NRP nya sebagai Polri atau NIP bila penyidik pegawai negeri sipil, misalnya penyidik Pajak.”

Masih berkaitan dengan Abduh Hadi Jamal, Andar mengungkapkan bahwa dalam BAP disebutkan beberapa kali nama Ketua Banggar DPR Fraksi Partai Demokrat, Jhony Allen Marbun (JAM) namun hingga saat ini KPK masih belum menetapkannya sebagai tersangka.

“Dalam putusan terpidana Abdul Hadi Jamal 17 kali menyebut nama ketua Banggar DPR JAM Fraksi Partai Demokrat,” ungkap Andar.

Untuk itu, Andar berharap agar ada tindakan tegas dari Ketua KPK terhadap Novel Baswedan. “Ketua KPK, pecat si Novel, penyidik paling bodoh dan licik sedunia,” tegasnya.

Tidak berhenti disitu, Andar juga mengungkapkan kasus e-KTP yang tidak pernah tuntas oleh KPK. Dimana pemenang tender e-KTP Paulus Tanos tidak memberikan 10 Miliar Fee sebagai lawyer kepada Andar, mengatakan bahwa KPK telah menyusutkan kerugian negara.

“Paulus Tanos Dirut PT. Sandiapala pemenang tender e-KTP diakui tertulis senilai 2,8 Triliun saja, tapi dengan Bim Salabim nilai proyel mega korupsi e-KTP menjadi 5,9 Triliun. Kerugian negara 3,1 Triliun tapi oleh BPK dan KPK disusutkan jadi 2,4 Triliun alias menguap 0,7 Triliun,” ungkap Andar.

(Eky)

Check Also

Terdakwa Ijazah Palsu Dituntut 9 Tahun Denda 1 Miliar

Jakarta, sketsindonews – Kuasa hukum korban ijazah palsu yang diterbitkan Sekolah Tinggi Injili Arastamar atau …

Watch Dragon ball super