Home / Artikel / Andrew Parengkuan : Kritik Capres Prabowo ke Media, Menunjukan Gaya Orde Baru

Andrew Parengkuan : Kritik Capres Prabowo ke Media, Menunjukan Gaya Orde Baru

Jakarta, sketsindonews – Pidato Capres No 2 Prabowo Subianto dalam setiap momentun sambutan kerap memunculkan perkataan kontroversi publik, bahkan dalam pertemuan selaku undangan reuni Akbar 212 di di Monas, Prabowo mengkritisi media terkait tak ada pemberitaaan dalam pertemuan kehadiran para alumni menurutnya mencapai jutaan orang yang di klaim lebih banyak di tahun ssbelumnya.

Menyikapi kritik kepihak media Ketua Umum Garda Perawat Kebangsaan, Andrew Parengkuan mempertanyakan kapasitas Prabowo Subianto dalam keikut sertakan Reuni Akbar 212 yang digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, pada Minggu (2/12)

“Kita kembali melihat Prabowo sebagai Capres #02 mengomeli awak media, karena tidak melakukan pemberitaan Reuni 212. Ada apa ini? Bukankah di Reuni tersebut Prabowo dalam kapasitas undangan, mengapa dia sangat berkepentingan dengan pemberitaan media?” ujar Andrew Parengkuan dalam keterangan tertulisnya kepada sketsindonews.com.

Ia menilai bahwa Prabowo Subianto tidak sepantasnya geram terhadap awak media. Kalaupun ada pihak yang kesal dan mempermasalahkan hal itu, yang paling berhak melakukannya adalah panitia penyelenggara Reuni Akbar 212.

“Mestinya yang berbicara itu panitia, atau jangan-jangan ini sebenarnya kampanye dalam rangka pencapresannya?

Bagaimana Sikap Bawaslu?”

“Sikap Prabowo yang mengomeli media terkait pemberitaan Reuni 212, yang menurut estimasi polisi dihadiri sekitar 40.000 orang itu, menunjukkan potensi sebagai seorang Diktator seperti masa Orde Baru, dimana saat itu kebebasan pers terpasung,” tutur Andrew Parengkuan.

Menurut mantan aktivis 98 itu, Prabowo Subianto tidak boleh menyalahkan awak media terkait penulisan jumlah peserta Reuni Akbar 212. Alasannya, wartawan hanya menuliskan keterangan dari narasumber yang kredibel seperti dari aparat kepolisian.

Sikap Prabowo Subianto dipandang sangat berbahaya bagi demokrasi yang sudah turut dibangun dengan pengorbanan para aktivis, mahasiswa, jurnalis dan para buruh beserta seluruh rakyat Indonesia.

Demokrasi yang dibangun sejak Reformasi 98 kini mulai terancam. Apalagi, sikap yang ditunjukkan Prabowo Subianto ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi.

Saat pencapresannya pada Pilpres 2014 silam, Prabowo Subianto diketahui juga pernah melakukan hal yang sama terhadap awak media.

“Tapi jika melihat sejarah, rasanya hal tersebut tidak mengherankan jika Prabowo berpotensi seperti itu. Bagaimana menjelaskan hilangnya para aktivis yang sampai saat ini belum kembali, adalah hal yang harus bisa dijawab oleh Prabowo, dimana fakta para penculik aktivis adalah Tim Mawar Kopasus, yang merupakan anak buah Prabowo,” kata Andrew Parengkuan.

Oleh sebab itu, jika ingin tetap menikmati kebebasan alam demokrasi, maka kebebasan pers harus memperoleh jaminan dari negara.

Selain itu, rakyat Indonesia harus mempertimbangkan kembali potensi potensi kebangkitan Orde Baru melalui kediktatoran yang ditunjukkan Prabowo Subianto.

“Kalau kasusnya seperti ini, memperjuangkan agar Prabowo terpilih menjadi presiden, pada hakikatnya adalah memperjuangkan potensi kediktatoran. Padahal, kita seharusnya memperjuangkan agar demokrasi dan kebebasan pers tetap terjaga,” ucapnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto kesal dan mempertanyakan netralitas awak media karena menuliskan jumlah peserta Reuni Akbar 212 hanya dihadiri oleh puluhan ribu orang.

Jumlah tersebut jauh dari yang perkiraan Prabowo Subianto yang menyebut jumlah peserta Reuni Akbar 212 mencapai belasan juta orang.

Prabowo Subianto bahkan meminta masyarakat agar tidak lagi menghormati profesi jurnalis yang menurutnya tidak objektif.

Pernyataan sikap kekesalan dan kegeraman Prabowo Subianto terhadap awak media ini ditunjukkan ketika berpidato dalam puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Rabu (5/12)

Kekesalan mantan Danjen Kopassus ini kemudian berlanjut saat para wartawan berusaha mewawancarai Prabowo Subianto usai acara tersebut.

reporter : nanorame

 

Check Also

Fokus Bangun Ekonomi Kerakyatan, Milasari Siap Tingkatkan Jumlah Lapangan Pekerjaan

Jateng, sketsindonews – Caleg DPR RI No. Urut 1 Dapil 6 Jateng dari Partai Berkarya …

Watch Dragon ball super