Home / Artikel / Anies di Laporkan Bawaslu dan KPK

Anies di Laporkan Bawaslu dan KPK

Jakarta, sketsindonews – Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI) melaporkan calon gubernur Anies Rasyid Baswedan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta terkait dugaan janji politik uang, Kamis (9-03-2017)

Dalam keterangannya, TAJI mengungkapkan Anies dilaporkan karena mengeluarkan janji kampanye dengan unsur politik uang pada saat deklarasi di Markas Komando GL Pro 08 Jalan Utan Kayu Utara, Jakarta Timur.

Di situ, pihak TAJI mencatat Anies menjanjikan Rp 1-3 miliar untuk setiap rukun warga (RW) di Jakarta.

Sebagai buktinya, TAJI melampirkan fotokopi pemberitaan salah satu portal media online nasional yang memberitakannya dan satu bukti video pemberitaan dari salah satu stasiun televisi.

Dalam pemberitaan itu, disebutkan Anies akan melanjutkan rencana dana bantuan Rp 1 miliar per RW milik Agus Yudhoyono. Bahkan Anies berencana menambah besaran dananya.

Bagi TAJI, program itu tidak ada dalam visi dan misi yang didaftarkan Anies dan pasangannya Sandiaga Uno ke KPU DKI Jakarta.

Hal itu dianggap telah melanggar ketentuan kampanye yang diatur di dalam Pasal 73 Ayat (1) dan (2) UU Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

TAJI menyatakan prihatin dengan inkonsistensi Anies hanya demi memenangkan kursi DKI 1. Sebab sebelumnya, dalam sebuah pemberitaan media massa, Anies sudah menolak ide Rp 1 miliar untuk 1 RW.

Di sisi lain, TAJI merasa Anies tidak mendidik masyarakat Jakarta dengan mengangkat program demikian.

Di dalam teori politik dan demokrasi, dikenal hubungan transaksional dan finansial (vote buying), di mana terjadi pertukaran suara pemilih dengan sesuatu (uang, barang atau jasa) yang ditawarkan oleh kandidat.

Syarat pertukaran terletak pada kedua belah pihak sepakat dengan “harga” sehingga terjadi transaksi koruptif.

Anggaran sebesar itu memakan 11 persen porsi APBD Jakarta dan jauh lebih tinggi dibanding dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang dilakukan demi masa depan generasi penerus Jakarta.

Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI) terdiri dari sejumlah pengacara, yakni M Aidil Fitra, Surya Tjandra, Raden Catur Wibowo, Guntur Dalo, Yan Warinson, Samuel Parasian, Halomoan Sianturi, Solo Simanjuntak, Partahi Sidabutar, Dorma H Sinaga, dan Eddie B Siagian.

Dilain pihak Anies Baswedan juga dilaporkan ke KPK diduga telah melakukan korupsi mengenai kebijakan wewenang saat ia menjadi Menteri Pendidikan 24 Oktober 2014 – 24 Juli 2916.

Dalam laporan kepada pihak KPK terkait pameran buku (book fair) di Frankurt Jerman pada tanggal 14-18 Oktober tahun 2015 senilai 148 Milyar.

Berikut, pameran buku Amda, Pulang dan Laskar Pelangi yang membahas masalah penimpasan PKI. Dan KPK telah menerima yang tertera dalam surat tanda terima atas nama pelapor Andar Mangatas Sitomorang Direktur Executives GACD tertanggal 9 Maret 2017.

redaksi

Check Also

Kompleksitas Kadis LH DKI “Truck Sampah DKI Dikandangkan Pemkot Bekasi”

Jakarta, sketsindonews – Kembali persoala klasik mumcul dimana truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta dirazia …

Watch Dragon ball super