Back

Media Terpercaya

Antara Bintek LH dan Germor Sampah Bikin Sumpek Kantor Kelurahan

Jakarta, sketsindonews – Satpel Lingkungan Hidup (LH) Kebersihan bersama Formapel Kecamatan Kemayoran melakukan Bintek Peningkatan Peran PJLP dan Pendampingan RW Se-DKI.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 77 peserta yang terdiri dari PJLP Sudin, PJLP 3R, Pengawas dan UPK Badan air.

Kegiatan ini merupakan tindak daklanjut dari pembekalan yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dalam pembekalan PJLP sebagai pendamping RW dalam pengurangan sampah lingkungan melalui hasil sumber video cofference.

Selama dua hari, kegiatan tersebut dibagi dalam 3 tahap dengan tetap mengikuti protokeler kesehatan dan dibuka langung Camat Kemayoran Asep Mulyaman serta pendamping dari Sudin LH di Aula Kecamatan lantai 4, Rabu (8/7/20).

Camat Kemayoran Asep Mulyaman menyatakan, sangat mengapresiasi dan mendukung pendampingan tersebut dan menginstrusikan para Lurah, atau Kasi Ekbang untuk membantu menginformasikan para ketua RW menindak lanjuti pengolahan sampah berbasis lingkungan dalam kondisi efisiensi dan optimalisasi problem sampah.

Kasatpel LH Kecamatan Kemayoran Diana Pakpahan menyampaikan PJLP dilibatkan langsung sebagai pendamping dalam pengelolaan sampah di tingkat RW. Terutama sebagai fasilitator pengurangan sampah di rumah tangga dengan kegiatan 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle sesuai sebagai program Sampah Tanggungjawab Bersama “SAMTAMA.”

Anindya Fatia mewakili kasi PSM Sudin LH Jakarta Pusat menjelaskan bahwa ada tiga strategi rumah minim sampah yang diterapkan dalam Samtama yang akan diterapkan di RW-RW se-Jakarta, antara lain :

Pertama, strategi pintu depan (prakosumsi) yang meliputi merencanakan, mengurangi, menghindari dan mencari alternatif produk agar sisa tak jadi sampah.

Kedua, strategi pintu tengah (saat konsumsi – produksi) yaitu menggunakan ulang bahan/barang dan memproduksi serta mengonsumsi secara cermat agar tak menghasilkan sampah.

Ketiga, strategi pintu belakang (pasca konsumsi – produksi) yaitu meneruskan sisa makanan konsumsi produksi atau daur ulang misal menjadi kompos.

Sementara Aktivis Lingkungan sekaligus Formapel Joko Sardjono mengatakan bahwa identifikasi dan profile RW merupakan dasar guna pemetaan konduksi obyektif terkait permasalahan sampah dimana kondisi Provinsi DKI Jakarta mencapai darurat sampah hingga saat ini belum optimal.

Sarana dan prasarana LPS ramah lingkungan Dakota Kebon Kosong kini hanya menjadi tempat parkir armada sampah tidak sebagaimana mestinya mendukung sarana pilah sampah modern harapan warga Kemayoran.

Kedua pilah sampah berbasis komunal juga terhambat karena kurangnya fasilitas dan sarana lain dalam mendukung gerakan pengurangan sampah di tengah lingkungan.

“Membuat sadar masyarakat akan sampah lingkungan pada faktanya perlu satu dukungan secara karakter menciptakan pengurangan sampah menjadi budaya,” ucapnya.

“Bank sampah, pilah sampah, hingga tong sampah menjadi tujuh, sistem magot itu teoritis karena pihak LH belum menciptakan sampah menjadi industri bagi kebutuhan produktifitas warga,” paparnya.

Sambung Joko, insentif pengolahan sampah berbasis produktifitas serta industri itulah selama ini yang dibutuhkan para komunal pendukung gerakan bukan tata kelola berbasis besarnya armada yang menjadi kunci kebijakan LH.

Germor LH Rusak Bikin Sumpek

Pantauan sketsindonews di beberapa Kelurahan armada sampah “Germor” telah banyak rusak menjadi rongsokan tak fungsi menjadi beban Kelurahan selain terbatas halaman kelurahan menjadi sumpek.

Armada Germor merupakan salah satu kendaraan operasional sampah mulai lingkungan untuk diangkut menuju mobil sampah, tapi belum setahun sudah menjadi limbah rongsokan.

Seperti di Kelurahan Pegangsaan mereka asset germor ditaruh di jalan karena rusak dibiarkan LH, begitu juga Kelurahan lain ditutupi terpal biar gak kedinginan selain menjadi pajangan publik mulai merk Samson, Delilah, dan Hercules.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.