Home / Artikel / Apa Iya Gratiss, Jual Beli Lapak Tenda Istambul Tanah Abang Mencuat

Apa Iya Gratiss, Jual Beli Lapak Tenda Istambul Tanah Abang Mencuat

Jakarta, sketsindonews – Ternyata 372 pedagang yang memenuhi jalan trotoar dan badan jalan Jati Bunder Tanah Abang Jakarta Pusat sesuai data Sudin UMKM juga ada yang tidak ber KTP DKI yang menempati tenda Istambul Turkey, diantaranya 20 pedagang tak bisa membuka lapak karena harus membuka lebar jalan.

Kondisi ini ditambah dengan adanya beredar jual lapak kini dengan nilai jutaan rupiah, dimana pemerintah DKI hingga saat ini masih menyatakan semua hal masih di gratiskan dalam program PKL tendanisasi tutup jalan.

Bangun Richard Kasudin UMKM Jakarta Pusat saat ditanya beredarnya jual lapak mengatakan, dirinya hingga saat ini tak pernah menerima laporan itu, bagaimana kami bisa bertindak kalo tidak ada laporan dari pedagang atau para koordinator, tukasnya.

Diakuinya, hingga saat ini kami masih melakukan sifatnya pengawasan monitor sesuai dengan tupoksi yang terlibat antar SKPD baik Satpol PP, Dishub, UMKM, Kepolisian, Kabag Ekonomi Tingkat Kota.

Bangun menambahkan, dalam pengaturan ini juga belum ada bagaimana aturan jika diketemukan adanya pungli siapa yang menindak karena memang belum diatur dalam pergub atau tekhnis pengawasan program PKL Tanah Abang, ucapnya. (3/01)

Sementara tokoh aktivis lingkungan Joko Sadjono alias Joko Edan menyatakan, wajar saja kalo ada rumor itu beredar baik adanya jual lapak karena bicara kerumunan dan pembersihan sampah pasca usai pasar itu kan perlu juga pembiyaan rutin.

Maka, bicara itu kan namanya operasional aktivitas kegiatan pasar yang harus berjalan dalam pemanfaatan itu, karena memang siatem ini masih tertutup, ada atau tidak ada perlu pemerintah DKI menafsirkan sendiri.

Ditambah tidaknya “auto debet” ditambah tenda itu sumbangsih dari beberapa BUMD DKI yang seiring setuju para satuan unit kerja dengan memberikan tenda model Istambul kepada para pedagang secara gratis.

“Yah karena gratis itu, namun seiring jalan temuan itu nanti akan muncul kalo pemerintah DKI secara jeli dan seksama melakukan tim pengawaaan melekat berjalannnya waktu atas kebijakan Gubernur Anies Baswedan”.

Apakah itu menambah segi positif atau polemik di Tanah Abang hingga menjadikan nilai pemanfaatan model baru yang disebut pungli secara corporate (barengan) nantinya, tegas Djoko.

Mungkin sekarang belum terdeteksi dan belum ada complain dari penghuni pedagang tenda Istambul atas kebijakan lapak, namun seiring waktu akan diketemukan tinggal persoalan bagaimana pemprov DKI dari efek kebijakan pupulis yang katanya pro rakyat dapat ditegakan atas oknum secara institusi yang ikut terlibat bersama pengelola, tutup Joko Edan.

reporter : nanorame

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Check Also

Luka Terus Menyala Discripsi Ramadhan

Sahur Hari Ketujuh Jakarta, sketsindonews – Sahur di hari 7 di bulan Ramadhan 1439 H …

Watch Dragon ball super