Home / Artikel / Apa Kata Kang Yayat, Musrenbang Semestinya Dewan Harus Mengawal Aspirasi Warga

Apa Kata Kang Yayat, Musrenbang Semestinya Dewan Harus Mengawal Aspirasi Warga

Jakarta, sketsindonews – Kenapa Musrenbang ada stigma dimasyarakat bahwa “Musyawarahnya Keren Hasilnya Ngambang (Musrenbang),” karena kurang menggigit dalam proses pengawalan hingga ada harapan warga yang tak terpenuhi dalam program.

Menurut Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna saat diminta pendapatnya mengatakan, Musrencang dalam pengawalan seharusnya para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta sesuai dengan dapilnya harus mengawal hingga ketuk palu pada saat dimulai usulan perencanaan di Kelurahan, Kecamatan sehingga ada roh program aspirasinya lebih menggigit, ujarnya.

Secara geopolitik Anggota Dewan kan punya kepentingan terhadap konstuen dan harapan warga, itu yang pertama.

Lanjut Yayat, Aspirasi warga itu sangat penting karena sistem sudah dimulai melalui mekanisme “Botten Up” untuk di indak lanjuti para teknorat SKPD dalam cakupan harapan warga dengan perencanaan matang dan anggaran yang realistis.

musrenbangjoharbaru.doc

Jangan ada residual antara aspirasi masyarakat dan SKPD, mereka perlu dorongan para anggota Dewan bukan hanya dewan turun saat reses saja.

Setidaknya Musrenbang tingkat Kelurahan dan Kecamatan Anggota Dewan untuk hadir dan memberikan edukasi program dari aspirasi warga secara tepat guna sehingga tidak ada lagi usulan yang ditolak, pungkas Yayat.

Sementara Lurah Johar Baru Kota Jakarta Pusat Napis menjelaskan, sebanyak lima usulan masyarakat untuk pemasangan cermin cembung ditolak pada pembahasan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat Kelurahan.

Untuk wilayah Johar Baru terdapat 169 usulan meliputi kegiatan fisik dan non fisik yang dikerjakan pada tahun 2018 dan tahun 2019.

“Total anggaran seluruh kegiatan 169 usulan sebesar 17. 099. 037. 388 milyar. Seluruhnya usulan tersebut dari 11 RW dan 173 RT,” ucap Napis usai kegiatan Musrenbang.

Mengenai 5 (lima) usulan dari lima RW diantaranya, 01, 03, 05, 08 dan RW 010 untuk pemasangan cermin cembung ditolak karena posisinya di dalam gang.

Apakah itu usulan strategis atau tidak ini yang seharusnya dikaji apa manfaat dan dampaknya.

Sedangkan, 10 usulan pengaspalan tidak dilanjutkan karena sudah dianggarkan di tahun 2018 oleh Bina Marga.

“Sedangkan untuk usulan non fisik diantaranya ada pelatihan guru PAUD pelatihan operator, SIM A dan Tata boga,” paparnya.

reporter : nanorame

Check Also

Busana Tasik.com Layanan Transaksi Online Publik Trend Pilihan Busana Muslim

Jakarta, sketsindonews – Layanan Busana Tasik.com merupakan bertransaksi busana muslim secara online telah di rilis …

Watch Dragon ball super