Home / Artikel / Apa Kerja Tim TGUPP, Gubernur Anies Mulai Memainkan Pencitraan

Apa Kerja Tim TGUPP, Gubernur Anies Mulai Memainkan Pencitraan

Jakarta, sketsindonews – Tak jelas integritas dan kapabilitas kinerja Tim TGUPP ( Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembabangunan) besutan Gubernur Anies Baswedan terutama dalam melakukan tugas pokok fungsi percepatan pembangunan DKI Jakarta

Justru rumor berkembang Tim TGUPP hanya menjadi calo, dimana persoalan yang di tangani tingkat bawah laporan masyarakat hingga ke Gubernur, menjadi bumerang seperti pelaksanaan rotasi, mutasi, promosi dan demosi menuai persoalan ketidak puasan para ASN.

Sebagai contoh Anies membentuk TGUPP dengan perangkat divisi di bawahnya mulai dari KPK (penanganan Korupsi), Regulasi dan Kebijakan Daerah, Pesisir Pantai, Ekonomi dan Kominfo justru tak terlihat hasil konkrit kinerja padahal mereka di biayai oleh Bapeda melalui Dana APBD DKI Jakarta. Dimana anggota TGUPP bukan hanya merangkap di BUMD-BUMD dan banyak yang sibuk Timses Capres serta banyak aktif di lembaga – lembaga Non Goverment diluar.

Ironis Pemprov DKI gelontorkan sebanyak hampir Rp 28 Milyar pertahun dana itu untuk fasilitas anggota tim TGUPP dengan anggota tak jelas integritas dan kapabilitasnya, ujar Agus Chairudin dari INFRA ( Indonesia For Transparency and Accountability) kepada sketsindonews.(12/3)

Belum lagi pembentukan Dewan Riset sejumlah 36 anggota inipun publik masih bertanya terkait fungsi Dewan Riset Daerah yang dilantik Gubernur Anies minggu lalu.

Saya kuatir pembentukan lembaga – lembaga oleh Anies terkait polarisasi tim di bawah Gubernur justru menjadi tameng dengan tujuan menjaga citra Gubernur Anies terus melenggang tak pernah salah segala aspek kebijakan, justru sebaliknya mereka di jadikan cara pengkotakkan jika ada kesalahan tertuju pada Tim yang dibentuk.

Lanjut Agus, seperti wacana keinginan Gubernur DKI Anies menjual saham Bir kepihak Delta Djakarta, Anies hanya membuat satu lembar surat permohonan persetujuan dengan tidak melampirkan kajian akademik dan analisis untuk meyakinkan persetujuan anggota dewan dengan berbagai pertimbangan secara komprehensif.

Ini seharusnya tim TGUPP mampu melakukan akselerasi akjian akademik terhadap niat pejualan saham, jangan ini menjadi style trend pencitraan Gubernur padahal bicara dana Rp 1.2 Trilyun jika saham terjual bisa realisasi untuk pembangunan kemaslahatan warga Provinsi DKI.

Secara logika kata Agus. Silpa Anggaran saja tahun 2018 kemaren mencapai Rp 16 Trilyun itu saja belum habis untuk alokasi anggaran pembangunan pro rakyat jika Anies melakukan hal itu secara maksimal.

Pemda DKI itu banyak duit, gak perlu juga jual saham DD justru kami curiga siapa dibalik kepemelikan selanjut saham nantinya jika ini terlaksana.

“Sebaiknya Gubernur Anies untuk tidak memelintir persoalan ini dengan jual saham Delta Djakarta hanya satu solusi selain meminta warga Jakarta membuat petisi, dengan asumsi lebih banyak mudharatnya.”

nanorame

Check Also

Kelanjutan Ijazah Palsu, MA Pastikan Telah Mengirim Salinan Putusan Ke Pengadilan Jaktim

Jakarta, sketsindonews – Kembali mendatangai Mahkamah Agung (MA) untuk mempertanyakan kelanjutan kasus ijazah palsu Sekolah …

Watch Dragon ball super