Home / Profile / Komunitas / ARUN: Saya Pancasila, Jangan Hanya Slogan
Ketua Umum, Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bob Hasan. (Foto: Eky/sketsindonews.com)

ARUN: Saya Pancasila, Jangan Hanya Slogan

Jakarta, sketsindonews – Ketua Umum, Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bob Hasan, memastikan bahwa ARUN menempatkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.

Hal yang tidak terlepas dari Pancasila, menurut Bob adalah jiwa, ideologi dan falsafah berbangsa di Indonesia dan berarti sebagai falsafah yang memiliki kekuatan Hukum terhadap Konstitusi (UUD45) dalam arti Pancasila sebagai HIERARKHI tertinggi diatas UUD 45 Yang selanjutnya membawahi UU dan seterusnya.

“Oleh karena itu kalau kita tidak ingin Pancasila hanya sebagai Ikon belaka, sebagai ideologi dan dasar negara dan sebagainya, maka kita harus letakkan pancasila sebagau dasar hukum Indonesia yang berarti dalam kepentingan umumnya, maka Pancasila sebagai Hirearki tertinggi pada susunan Tata Negara RI,” jelasnya, di Jakarta, Jumat (2/6).

Terkait beberapa perubahan yang terjadi dalam tubuh UUD 45, seperti pada Undang-undang pasal 2 no Tahun 2004, “Bagaimana pembukaan UUD 45 hanya sebagai tongkrongan ‘pembukaan saja’ tetapi tidak memiliki  kekuatan hukum yang mengikat,” ujarnya.

Lalu, dalam Amandemen terdapat ayat 4, 5 Pasal 33 UUD 45, pasal tentang presiden tidak lagi Warga Negara Indonesia (WNI) asli dan lain-lain. “Hal ini tidak sesuai dengan Pancasila sebagai Hirearki diatas UUD 45. “Maka hal yang sering kita dengar yakni untuk kembali ke UUD 45 yang Asli adalah hal yang belum berdasar secara hukum, karena memang amandemen tersebut dibuat atas putusan parlemen saat itu (Tahun 2002),” jelasnya.

“Gagasan ARUN Ini mengandung unsur gotong royong Perdamaian dan sangat INDONESIA sehingga ketika kita berbicara SAYA INDONESIA DAN SAYA PANCASILA, hal ini dibuktikan bahwa INDONESIA adalah NEGARA HUKUM (rechtstaat) bukan hanya Slogan, maka NASIONALISME Tersebut BERALASAN, jangan sampai slogan tersebut tanpa alasan,” tambahnya.

Selain itu, Bob juga menjelaskan bahwa Amanat Reformasi adalah Re (kembali) Formasi (Format), kembali pada Format yaitu tentabg Pancasila dan UUD45 yang berarti Formasi antara Pancasila dengan UUD 45 bukanlah kedudukan yang sejajar maupun sama. “Tetapi sebagai bentuk format, dimana UUD 45 sebagai konstitusi, dilandasi oleh Pancasila selaku pemilik kekuatan kooptasi secata hukum untuk mengawasi UUD 45,” pungkasnya.

(Eky)

 

Check Also

Pawai Rakyat Kemerdekaan Kebon Kosong, Siapa Kita….

Jakarta, sketsindonews – Pawai Kemerdekaan Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran di gelar setelah 20 tahun …

Watch Dragon ball super