Home / Artikel / Asset Lingkar Sukasari Menampilkan Kekumuhan Depan RPTRA Harapan Mulia

Asset Lingkar Sukasari Menampilkan Kekumuhan Depan RPTRA Harapan Mulia

Jakarta, sketsindonews – Hampir kurun waktu 2 tahun sejak penertiban asset lahan Jalan Lingkar Sari Kelurahan Harapan Mulia Kecamatan Kemayoran, Kota Jakarta Pusat asset itu terbelengkalai kembali selain menjadi tempat pembuangan sampah serta kumuh seperti semula.

Lokasi hampir 800 M2 yang dulunya terisi bangunan liar serta pemulung, kini kembali menjadi tempat sampah serta penyimpanan gerobak, sepertinya pemda DKI bingung buat apa lahan asset setelah dikuasai, dipagar dan kembali menjadi TPS.

lurah.arbi.magarlagi.asset.sukasari.doc

Anehnya kekumuhan itu ditampilkan seiring depan asset lahan (kumuh) berhadapan dengan Ruang Publik Taman Ramah Anak (RPTRA) Harapan Mulia yang menjadi tempa interaksi warga.

“Lihat banyak aneka perabotan numpuk mulai kasur, furniture bekas menjadi satu di lahan asset yang dulunya Pemda DKI ngotot untuk di tertibkan dengan wacana akan di bangun Kantor Damkar, Hutan Kota entah apalagi”, ujar Rian (35) warga Harapan Mulia.

Sama kan dulu sama sekarang, dulu kami di usir sekarang kok muncul lagi, pemulung, apa yang mau di tata terkait lahan konon katanya untuk kepentingan publik (asset) dan untuk tidak kumuh lagi, jelasnya. (26/8)

Wajar saja masyarakat bertanya dan heran ternyata “by proyek” dalam membuat program pemda DKI tanpa memikirkan dampak karena pembiaran SKPD dan Unit terkait, tambah Rian.

Sementara, Lurah Harapan Mulia, Arby Novianto selain sering ditanya warga mengenai kembalinya hunian sampah di depan RPTRA Harapan Mulia.

Bahkan kerap melarang agar lokasi tersebut tidak dimanfaatkan untuk TPS, penitipan kendaraan roda empat, apalagi pemulung seperti dulu.

“Sebenarnya lahan ex hunian tersebut sudah direncanakan pemagaran pada tahun 2016 lalu oleh Kasuban Aset Pemkot Jakpus,” ucap Arby.

Usulan pemagaran tersebut, kata Arby untuk mencegah lahan diarea milik Kehutanan yang letaknya persis didepan RPTRA tidak dimanfaatkan untuk penitipan kendaraan maupun menjadi tempat sampah yang terjadi saat ini.

“Makanya kita pertanyakan janji dari Kasuban Aset dari tahun 2016 akan melakukan pemagaran.

Tapi sampai tahun 2018 ini tidak ada pemagaran, “Your Not Believe It ,” tanya Arby.

Hingga berita ini di turunkan pihak Asset DKI Jakarta belum bisa di hubungi buat apa lahan itu nantinya “this is a new problem, how future asset to forward”.

reporter : inong

Check Also

Sky Bridge Tanah Abang Ujian Pejabat Yang Terlibat Dalam Menuntaskan PKL

Jakarta, sketsimdonews – Menata “Sky Bridge’ (JPM) hingga kini masih polemik apalagi menjamin sterlitas kawasaan …

Watch Dragon ball super