Home / Artikel / Awas Kriminilisasi Pamong Dalam Rotasi Jabatan, Anies Baswedan Darurat Pilih Pamong Berkwalitas

Awas Kriminilisasi Pamong Dalam Rotasi Jabatan, Anies Baswedan Darurat Pilih Pamong Berkwalitas

Jakarta, sketsindonews – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) secara mendadak menunda pelantikan ratusan pejabat eselon III dan IV yang semula diagendakan pada Senin (11/2) ini di halaman Balaikota DKI Jakarta. Kondisi ini sontak menimbulkan keresahan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah mengatakan, penundaan pelantikan itu makin memperlihatkan bahwa dipimpin Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, proses mutasi, rotasi, promosi dan demosi di lingkungan Pemprov DKI makin amburadul. 

Apalagi sebelumnya muncul dugaan intervensi dan politik uang dalam proses seleksi terbuka oleh Panitia Seleksi (Pansel). 

Selain pula adanya rumor “kriminilisasi pamong” yang justru bagus hasil kimerja dan prestasinya bisa di tempatkan dalam posisi tidak tepat.

Ini terus memuka menjadi pergujingan di kalangan ASN seolah penundaan ini karena bicara pesanan dan dekat dengan siapa yang membawa gerbong.

Data yang diperoleh menyebutkan, BKD menyebarkan undangan kepada pejabat yang akan dilantik pada Jumat (8/2), namun beberapa jam kemudian, namun masih pada hari yang sama, BKD mengeluarkan pemberitahuan bernomor 1873/-083 yang isinya menyebutkan bahwa pelantikan ditunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian. 

“Ada keresahan di kalangan ASN karena menilai proses mutasi, rotasi, promosi dan demosi yang dilakukan BKD dan Baperjab (Badan Pertimbangan Jabatan) untuk pejabat eselon III dan IV tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan Pansel untuk pejabat eselon II, sehingga timbul keanehan dan cenderung tidak sesuai sistem merit,” kata Amir di Gedung DPRD DKI Jakarta. (11/2)

Amir mencontohkan salah satu keanehan dimaksud, yakni ada pejabat yang pada 2011-2014 menjabat sebagai camat, tapi diundang untuk dilantik sebagai lurah. 

“Dalam undangan itu tidak dijelaskan mengapa pejabat tersebut mengalami demosi dari eselon III (camat) menjadi eselon IV (lurah). Padahal, PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN jelas mengatur bahwa jika seorang ASN mengalami pergeseran posisi atau jabatan, harus dijelaskan apa sebab dan alasannya,” ujar Amir. 

Hal lain yang juga membuat ASN resah adalah adanya indikasi pelanggaran pasal 34 PP Nomor 11 Tahun 2017 dalam proses mutasi, rotasi, promosi dan demosi yang saat ini tengah berjalan di Pemprov DKI. Sebab, pasal itu menetapkan bahwa CPNS yang baru dilantik menjadi PNS menjalani masa percobaan selama 1 tahun sebelum dapat diangkat untuk jabatan tertentu. 

Namun yang terjadi, ada seorang ASN di Dinas Kesehatan yang baru dua bulan menjadi ASN, telah menjadi eselon IV di RSUD Cipayung. 

“Pola-pola seperti ini membuat ASN menjadi apatis dan apriori terhadap kinerja Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies Baswedan bukan lebih baik justru pola era Ahok seperti kembali..

Era Gubernur Ahok membuat banyak pejabat berpengalaman dan kompeten masuk kotak, namun pejabat ABS (asal bapak senang) dan yang menjadi kroni dari peabat dari mulai tingkat kota justru kembali menjadi parameter, jelasnya.

Amarta, Anies Darurat Pilih Pamong

Sementara Ketua Amarta (Aliansi Masyarakat Jakarta) M Rico Sinaga menegaskan, Gubernur Anies Baswedan sudah darurat secara paripurna dalam melaksanakan rotasi , mutasi dan promosi.

Rico Sinaga yang sudah malang melintang dalam mengamati seluk beluk pemda selama 20 tahun baru kali ini terjadi ASN DKI amburadul dalam segala aspek baik kinerja maupun menempatkan posisi para pamong yang berintegritas.

Kata Rico, wajar saja kalo ada isu kriminilisasi pamong yang baik justru berdampak malas nantinya padahal mereka mempujyai visi dan misi yang mempu menterjemahkan bahasa Gubernur DKI, terang Rico.

reporter : nanorame

Check Also

Festival Olahraga Rakyat Laksanakan Pembinaan Potensi Lokal

Celotebangnano, Sketsindonews – Suku Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Jakarta Jakarta melalui Kasi Olahraga …

Watch Dragon ball super