Home / Artikel / Awas Narkoba Masuk PPSU, Test Urine Sebuah Bukti

Awas Narkoba Masuk PPSU, Test Urine Sebuah Bukti

Jakarta, sketsindonews – Ternyata penggunaan Narkoba bisa terkena bagi siapa saja untuk dikonsumsi, pengguna bukan hanya pemula tapi menjadi kebiasaan dalam kesempatan yang ada.

Sorotan kini menjadi fakta dimana anggota PPSU (Petugas Sarana dan Prasarana Umum) menjadi sangat rentan dengan beberapa kasus test urine di beberapa Kelurahan ternyata anggota PPSU ada yang terkena positif saat diberlakukan proses rekruitmen penerimaan ulang dibulan yang lalu di Jakarta Pusat.

Lurah Menteng Kota Jakarta Pusat Agus Sulaeman saat dikonfirmasi kepada sketsindonews.com menjelaskan, kami sesuai prosedure melakukan test kepada anggota PPSU dengan sampling yang dicurigai, ternyata memang ada setelah kami bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional), tukasnya.(12/1)

Kenapa kami harus pemeriksaan dengan melibatkan kerja sama dengan BNN, karena BNN itu punya standar pemeriksaan yang lengkap level 7 secara medis akurat dengan alat deteksi yang sangat valid dalam pemeriksaan test urine.

Jadi ini minimal kami lakukan per 6 bulan dalam pemeriksaan test urine yang kami standarkan di Kelurahan kami Kelurahan Menteng.

Sementara dengan alat yang ada di puskesmas sangat terbatas,  sehingga kami sejak dini sudah antisipasi pemeriksaan anggota PPSU. 6 (enam) bulan suatu yang ideal dalam pemeriksaan sebagai salah satu cara membangun kewaspadaan, image institusi serta menjaring orang – orang yang benar – benar mau bekerja sebagai pelayan warga, kata Agus.

Sambung dia, BNN itu tidak ada istilah tukeran urine, itu yang kami pantau karena diawasi dengan ketat. Makanya kami sudah jelas dalam aturan dari kasus ini kami sudah pecat sebanyak 18 anggota PPSU selain karena tugas yang malas.

Indikasi pengguna Narkoba sudah jelas cirinya, kata Agus Sule. Mereka akan jadi provokator dalam tugas selain mereka bekerja memilih mana yang ada duitnya, suka melawan terhadap atasan, tidak hormat secara etika antar teman dan tidak bisa membedakan intruksi pimpinan.

Secara kewenangan Lurah itu harus berani dalam menyikapi berbagai aspek, karena penerimaan PPSU tidak sedikit kami juga di intervensi oleh para penitip orang wilayah dari unsur warga yang sebenarnya menjadi tokoh masyarakat.

Tapi itu faktanya, mungkin wilayah Kelurahan lain mengalami hal yang serupa tapi kami jelaskan ini aturan dan standarisasi yang ada sehingga tidak ada dalam perkembangan penerimaan anggota PPSU titipan dari warga atau tokoh, pungkas Agus

reporter : nanorame

 

 

 

 

Check Also

Apa Kata Warga, Kemayoran Kembali Juara Festival Bedug Ramadhan 1439 H Tingkat Kota Jakarta Pusat

Jakarta, sketsindonews – Tak salah Kecamatan Kemayoran menjadi juara pertama selama 2 kali berturut – …

Watch Dragon ball super