Back

Media Terpercaya

Awas OTG, Lurah Karet Tengsin Perketat Regulasi Pergub 51 Tahun 2020

Jakarta, sketsindonews – Menyadarkan warga masyarakat dalam kondisi pandemi terhadap OTG (Orang Tanpa Gejala) menjadi pangkal riskan tertular bagi orang lain dalam penyebaran Covid – 19 terlebih pemerintah membuka masa transisi masyarakat kembali lakukan aktivitasnya.

Hal tersebut dinyatakan Gubernur DKI Anies Baswedan dalam penyebaran ditengah publik OTG bisa menjadi penyebab saat ini, dengan itu diharapkan warga dalam interaksi wajib mengikuti protokoler kesehatan dan wajib masker.

Sementara Lurah Karet Tengsin Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat Hari Ananda menindak lanjuti penegakan Pergub 51 Tahun 2020 dengan program OK Prend dalam regulasi penegakan hukum atau sanksi terhadap warga tak disiplin menggunakan masker di razia sebagai efek jera.

“Masyarakat rendah dalam aplikasi himbauan pemerintah selain tak patuh wajib masker belum menjadi suatu kebiasaan (budaya) ditengah pendemi, padahal Maskermu Melindungiku sebuah jargon yang harus di patuhi oleh seluruh komponen masyarakat,” kata Hari, Senin (27/7/20).

Hukuman sanksi sosial atau administrasi bagi pelanggar akan menjadi efek positif, seperti razia kali ini terhadap warga yang tidak menggunakan Masker dengan hasil 17 orang diberikan Sanksi Administrasi dan sanksi Sosial di jalan Karet Pasar Baru Barat 5 Kelurahan Karet Tengsin.

“Mereka kita suruh nyapu atau denda dengan uang serta membuat pernyataan selain merek kita buat video dirinya saat kamj berikan sanksi, dengan demikian mereka menjadi pengalaman untuk berceritera tanpa masker pemerintah DKI tak main – main menindak tegas,” tandas Hari.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.