Back

Media Terpercaya

Awas Parkir di Trotoar, OCP Tak Ampun Bagi Warga Tak Tertib

Jakarta, sketsindonews – Pengamat Transportasi Publik Azas Tigor Naingolan kemukakan, Operasi Cabut Pentil (OCP) serta Derek pada sejumlah titik kawasan Jakarta Pusat oleh Dishub DKI menjadi satu cara penegakan efektif dalam memberikan penyadaran pemilik kendaraan untuk konsisten pada aturan.

Ini tentunya seiring warga lain juga peduli terhadap fungsi publik (trotoar) untuk bisa dinikmati warga dan menjadi sarana lintas pejalan kaki untuk diprioritaskan utama.

“Gembesi cabut pentilnya atau derek pada kasus pemilik kendaraan ngeyel tentunya harus dilakukan mengingat warga Jakarta harus diatur dengan tegas dengan kolaborasi institusi baik TNI, Lantas Polri sebagai satu langkah kongkrit penindakan,” ujarnya, Rabu (10/2/21).

Dilain pihak menindaklanjuti aduan @koalisipejalankaki terkait kendaraan terparkir di atas trotoar, akhirnya Petugas Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Pusat lakukan oeprasi secara mobile pada titik aduan untuk dilakukan penindakan.

“Kali ini Jalan K. H. Wahid Hasyim (Gedung Sindo), Jalan Cikini Raya (Menteng Huis) dan Jalan Pangeran Dipenogoro sejumlah kendaraan dikenakan sangsi oleh Dishub atas aduan @# pecinta pejalan kaki Jakarta pada sejumlah kendaraan,” ujar Plh. Kasudin Dishub Jakarta Pusat Syamsul Mirwan saat didampingi Kasatpel Dishub Kecamatan Menteng Efdar, saat operasi pengangkatan kendaraan KR2 dan KR4.

Sambung Syamsul, hari ini Operasi Cabut Pentil (OCP) 38 KR2 ditambah tangkap jaring 19 KR 2 untuk diproses seiring kesalahan parkir pada kawasan sterilitas kawasan parkir sembarangan.

“Mereka kita kenakan sangsi tilang dan administrasi sesuai kawasan itu tidak boleh untuk parkir terlebih dirotoar,” paparnya.

Sementara untuk operasi 8 Kecamatan serentak Dishub Jakarta Pusat telah terjaring sebanyak 85 KR2 dan banyak kasus KR2 banyak tidak disiplin oleh para prilaku tidak sadar atau disiplin dalam cara berkerumun memarkir kendaraan.

Jakarta harus tertib lintas kendaraan, tertib pejalan kaki untuk diberikan ruang, bahkan ingat trotoar bukan untuk parkir bagi pemilik kendaraan tanpa melihat fungsi aturan yang ditabrak.

“Budaya menumbuhkan tertib bila masyarakat ikut berperan melakukan berkendaraan untuk patuh dilokasi yang ditentukan. Kita lihat trotoar sudah bagus bisa hancur oleh “vandalism” pemilik kendaraan dan para “ojeker” tanpa melihat sisi keindahan bangun Jakarta, ingat itu,” tandas Syamsul.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.