Home / Berita / Bagaimana Hukum Mencium Istri Ketika Sedang Berpuasa?

Bagaimana Hukum Mencium Istri Ketika Sedang Berpuasa?

Oleh: Letkol Sus Giyanto

BUKAN Perkara yang mudah bicara masalah hukum (Fiqih) dalam islam, Banyak persoalan yang muncul di era globalisasi dan perkembangan tehnologi saat ini yang kemudian tidak dibahas secara detail, bagaimana hukum yang sebenarnya. Contoh bolehkah menggantikan puasa untuk orang yang sudah meninggal Dunia?.

Moment ini saya tidak akan membahas terlalu melebar, meski benyaknya persoalan yang muncul terkait hukum islam tersebut, namun tulisan ini akan fokus mengenahi Bolehkah Mencium Istri Ketika Sedang Berpuasa, bagiman hukumnya.

Kembali pada esensi puasa adalah dilarang untuk makan, minum dan menahan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Selain itu juga tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, termasuk berhubungan badan di siang hari. Lalu, bagaimana bila hanya bermesraan, misalnya dengan mencium istri? Akankah hal tersebut membatalkan puasa?

Mencium istri di bulan Ramadhan tidak akan membatalkan puasa. Hukum mencium istri saat berpuasa boleh asal tidak nafsu, sedangkan bisa jadi makruh hukumnya jika khawatir bisa terbawa nafsu,” Rasulullah SAW juga pernah mencium istri-istrinya di waktu puasa. Sebagimana Hadist Rosulullah,:

“Kadang-kadang Rasulullah SAW, mencium sebagian istri-istrinya, padahal beliau sedang berpuasa, kemudian Aisyah r.a, tertawa.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist lain yang juga diriwayatkan oleh imam Bukhari menyebutkan bahwa Aisyah berkata sebagai berikut. “Rasulullah SAW mencium dan mencumbu (dengan istrinya), padahal beliau sedang berpuasa. Namun beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya di antara kamu sekalian.” Sehingga, mencium istri di bulan Ramadhan walaupun tidak membatalkan ibadah puasa, namun sebaiknya dihindari. Selain itu, dalam fiqih puasa tidak disebutkan bahwa mencium istri menjadi hal yang membatalkan puasa.

Misal kalau ada orang pegangan, ciuman, berkata sayang sama suami istri enggak ada masalah, yang membatalkan puasa adalah hubungan biologisnya,” dalam hal ini para ulama menggolongkan ciuman ke dalam perkara yang dimakruhkan dalam puasa, apabila ciuman itu membangkitkan syahwat. Kalau tidak membangkitkan syahwat, ciuman tidak dipermasalahkan, tetapi lebih baik tetap dihindari.
Sedangkjan menurut pendapat yang kuat, hukum makruh yang berlaku atas mencium istri ketika berpuasa adalah makruh tahrim. Artinya, meskipun makruh (yang definisi dasarnya tak mengapa jika dilakukan) jika dilakukan juga maka si pelaku mendapat dosa.

Dari keterangan tersebut, maka suami boleh bermesraan dengan istri di bulan Ramadan atau saat puasa, namun ada beberapa catatan.

  1. “Boleh, asal tidak jimak. Tidak dilarang. Dalam sebuah hadist Bukhari, Aisyah mengatakan Rasulullah SAW mencumbui kami di bulan Ramadan. Tetapi beliau adalah seorang laki-laki yang bisa mengontrol dirinya,”
  2. Secara praktis, ciuman pada usia muda dikhawatirkan mengakibatkan ejakulasi. Atau menggoda pelakunya untuk menindak lanjutinya dengan interaksi seksual langsung karena kekurang mampuan orang muda untuk mengendalikan nafsu.
  3. Jika situasinya terbalik, yang muda mampu mengendalikan diri dan orang tua hasrat seksualnya tinggi, maka hukum yang berlaku bagi keduanya juga berbanding terbalik.
  4. Masalah utamanya bukan tua atau muda, tetapi apakah tindakan itu akan mengarahkan pelakunya pada hal yang membatalkan puasa atau tidak.

Hukum ini tidak serta merta mempengaruhi sah tidaknya puasa. Jika suatu saat di siang hari bulan Ramadan ada yang mencium istri, dan tidak terjadi sesuatu setelahnya, maka puasa anda tetap sah, tidak batal, tetapi tingkat kesempurnaannya berkurang.

Check Also

21 orang Crew, Kadet Kapal Negara Adhara Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang Dilaporkan Positif Covid-19

Tanjungpinang, sketsindonews – 21 orang Crew, Anak magang/Kadet di Kapal Negara (KN) Adhara Distrik Navigasi …

Watch Dragon ball super