Home / Berita / Bawaslu DKI Masih Temukan Orang Meninggal Dunia Masuk DPT

Bawaslu DKI Masih Temukan Orang Meninggal Dunia Masuk DPT

Jakarta, sketsindonews – Bawaslu DKI Jakarta terus mencermati keganjalan terhadapDaftar Pemilih Tetap (DPT). Dari situ Bawaslu DKI Jakarta, menemukan 10.626 data pemilih yang dianggap ganda, dengan klasifikasi terdiri NIK Nama Ganda, NIK Nama Tanggal Lahir Gand, NIK sama dan Nama Tanggal Lahir Ganda.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu DKI Jakarta Burhanuddin menyatakan, temuan dugaan DPT ganda yang direkomendasikan Bawaslu Kabupaten/Kota Se-DKI Jakarta kepada KPU DKI Jakarta, setelah dilakukan verifikasi faktual di lapangan terbukti terdapat 1.332 orang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Oleh karena itu Bawaslu DKI Jakarta akan terus melakukan pengawasan terhadap verifikasi kebenaran data tersebut untuk memastikan DPT Pemilu 2019 di Jakarta tidak bermasalah,” kata Burhanuddin pada wartawan, Jakarta, Rabu (12/9).

Selain menemukan data ganda, lanjutnya, Bawaslu DKI masih menemukan orang meninggal, orang yang sudah pindah alamat keluar Jakarta, orang yg tidak ber-KTP elektronik masih terdaftar dalam DPT.

“Keakuratan DPT tidak hanya untuk memastikan hak pilih warga negara, tetapi ini juga berkaitan dengan efisiensi anggaran yang selalu digembor-gemborkan di Republik ini, karena terkait dengan pengadaan logistik pemilu 2019,” ungkap Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, data ganda, secara faktual semestinya dapat dihapus, karena ini data pemilih, bukan data kependudukan.

“Oleh karena ini Bawaslu DKI Jakarta dan jajarannya terus melakukan pencermatan terhadap DPT sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap rakyat sebagaimana komitmen Bawaslu untuk menjaga hak pilih di seluruh negeri,” pungkasnya.

(Red)

Check Also

Gubernur DKI Anies Lantik 16 Pejabat, Hilangkan Dikotomi Loyalis dan Ahokers

Jakarta, sketsindonews – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sepertinya ingin menghilangkan di kotomi terkait pejabat yang masih Ahokers atau bukan (loyalis) hal ini setelah Anies melakukan rotasi pejabat dilingkungan Pemprov DKI sebanyak 16 pejabat yang dilantik ternyata mayoritas Ahokers.

“Ada bagusnya juga pak Anies mengangkat Ahokers”. Kata Amir Hamzah Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW)

Sepertinya Gubernur DKI ingin menghilangkan dikotomi antara Ahokers dan loyalisnya di lingkungan Pemprov, terang Amir (25/9)

Namun, Amir berharap, rotasi pejabat kali ini tidak hanya sekedar memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain. “Semoga saja  dengan adanya rotasi ini, pembangunan dan penyerapan anggaran bisa berjalan baik. Akan jadi hal yang sia-sia (rotasi) bila hanya menggeser persoalan dari satu tempat ke tempat lain,” jelasnya.

Disisi lain, menurut Amir, dengan adanya rotasi pejabat hari ini, Gubernur Anies Baswedan berarti sudah bisa menyelesaikan persoalannya dengan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara). “Persoalan dengan KASN berarti sudah clear,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan sempat berseteru dengan KASN terkait rotasi pejabat dilingkungan Pemprov DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Amir juga mendorong Anies untuk mempertimbangkan kembali puluhan pejabat yang dicopot sepihak Ahok. Padahal sebagian dari mereka sudah lolos mengikuti lelang jabatan yang dilakukan Ahok.

Sejumlah mantan pejabat itu diantaranya, Mahendra (wakil kepala Bappeda), I Gede Sonny (Kepala BPPBJ), Ahmad Sotar (Sekretaris DPRD), dan Syamsudin Noor (walikota Jakarta Selatan).

Ini Dia Pejabat Yang Dilantik

Pejabat Eselon II 

1) Irwandi sebagai Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Pusat Jabatan sebelumnya: Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan DKI Jakarta

2) Ali Maulana Hakim sebagai Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara Jabatan sebelumnya: Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta

3) Junaedi sebagai Wakil Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu

4) Blessmiyanda sebagai Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa DKI Jakarta

5) Andri Yansyah sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Jabatan sebelumnya: Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta

6) Adi Ariantara sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan DKI Jakarta Jabatan sebelumnya: Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta

7) Djafar Muchlisin sebagai Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta

8) Ismer Harahap sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang

9) Yuli Hartono sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Lingkungan Hidup

10) Yudi Amiarno sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu

11) Tri Kurniadi sebagai Sekretaris BKSP Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur

Pejabat eselon III 

1) Suzi Marsitawati sebagai Kepala Bidang Pertanaman Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta

2) Atika Nur Rahmania sebagai Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta

3) Nurjannah sebagai Kepala Suku Badan Pengelola Aset Daerah Kota Administrasi Jakarta Selatan

4) Wahyu Dianari sebagai Kepala Bidang Pengendalian Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta

5) Ricki Marojahan Mulia sebagai Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta

reporter : nanorame

 

Terkait

Watch Dragon ball super