Home / Artikel / Beras Naik Ibu – Ibu Teriak, Pemprov DKI Harus Stabilkan Harga

Beras Naik Ibu – Ibu Teriak, Pemprov DKI Harus Stabilkan Harga

Jakarta, sketsindonews – Harga beras naik serta harga gas elpiji tidak konsisten karena efek tahun politik menjadi taruhan harga sembako di pasar tradisional di DKI Jakarta.

Seorang warga sebut saja Murti (35) tinggal di Menteng menyatakan, harga sembako kini tak jelas harga beras saja jenis super sudah tidak ada lagi harga Rp. 9 000.- per liter, ujarnya.

Bayangkan harga beras paling murah sekarang perliter Rp. 11.000,- ditempat penjual beras, untuk jenis lain sudah bisa mencapai Rp. 15.000 per liter.

Ditambah harga gas elpiji hitungan 5 Kg tak menentu kadang stabil dan naik lagi tanpa pandang bulu dalam hitungan hari, Kok pemerintah tidak bisa stabilkan harga pasar, bagaimana ini pemprov DKI Jakarta, tambah Murti.

“Seharusnya para penimbun barang dalam distribusi nya harus mulai dikontrol karena ini banyak dimanfaatkan, alih alih nanti ada kiriman sembako dalam dukungan politik hingga 2019.”

Stabilisasi harga ternyata bisa digoyang oleh kepentingan, bukan bagaimana rakyat diberikan kenyamanan jangkauan harga dalam kebutuhan sembako yang tak jelas, pokoknya semua naik buat beras saja sudah mahal, apalagi kebutuhan lain, kesal Murti.

Sementara Pemprov DKI hingga saat ini belum adanya operasi pasar terkait sulitnya warga mendapatkan harga stabil beras serta disribusi bagi kebutuhan warga.

Satu sisi beras raskin hanya terbatas bagi warga miskin, sementara kami yang tergolong tidak miskin tapi masih tergolong mampu mendekati miskin kalo semua kebutuhan pokok tidak stabil, tutup Murti.

reporter : nanorame

 

Check Also

Harkitnas Ke-110, Indonesia Menuju Era Ke-Emasan

Malang, sketsindonews – Bertempat di Stadion Dirgantara Lanud Abd Saleh dilaksanakan upacara bendera dalam rangka …

Watch Dragon ball super