Home / Artikel / Berkat Percepatan Tanam, Sawah di Pulau Rimau Banyuasin Mulai Panen

Berkat Percepatan Tanam, Sawah di Pulau Rimau Banyuasin Mulai Panen

Banyuasin, sketsindonews – Siaran pers di terima oleh sketsindonews.com. Pulau Rimau merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuasin dengan potensi lahan sawah pasang surut sekitar 17.000 ha, menjadi penyokong produksi padi di Sumatera Selatan.

Menurut Koordinator lapangan upaya khusus Pulau Rimau, panen padi pada hari sabtu, (23/12) di Pulau Rimau yang berlangsung di Desa Bumi Rejo. Kelompok tani Sri Rejeki didampingi oleh Kordinator lapangan Upaya khusus Pulau Rimau dan penyuluh pertanian setempat.

“Panen hari ini di lahan seluas 8 hektar dan dilanjutkan hingga akhir Desember 70 hektar. Ini merupakan masa panen awal untuk wilayah Pulau Rimau. Luas tanaman padi di Desa Bumi Rejo mencapai 815 ha, dan diperkirakan panen berlangsung terus sampai Januari 2018″ ucap Jamal.

Menurut Prof. Dr. Risfaheri selaku Penanggungjawab Upaya khusus Kementrian pertanian untuk Kabupaten Banyuasin, ” luas baku lahan sawah di Kecamatan Pulau Rimau pada tahun 2017 mencapai 16.505 ha dan hampir keseluruhan sudah mencapai indeks pertanaman padi dua kali dalam setahun. Panen padi kali ini merupakan hasil dari pertanaman pada bulan September 2017 yang merupakan masa tanam musim gadu.” Ucapnya.

Jamal, sebagai koordinator lapangan upaya khusus pulau rimau melanjutkan, “produktivitas padi pada musim gadu dengan musim penghujan tidak sama. Di musim penghujan dalam satu hektar sawah milik petani di Pulau Rimau rata-rata bisa menghasilkan 5,4 ton hingga 5,8 ton dan dimusim gadu atau kemarau tahun ini menghasilkan per hektarnya 4 ton hingga 4,8 ton”, ungkapnya.

Pada kesempatan ini juga Prof. Dr. Risfaheri, menyampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan produksi padi, salah satunya upaya yang dapat dilakukan adalah melalui perluasan areal tanam, baik percetakan sawah baru maupun peningkatan indeks pertanaman (IP). Peningkatan IP dari satu kali tanam (IP-100) menjadi dua kali tanam dalam setahun (IP-200), bahkan bila memungkinkan dipacu ke IP-300. Potensi peningkatan IP di Sumsel sangat besar, dimana masih terdapat sawah yang hanya satu kali tanam setahun, terutama di lahan rawa lebak dan pasang surut (89,7%). Kita mendorong di daerah ini khususnya daerah pasang surut  (Kab. banyuasin dan Kab. Musi Banyuasin) agar indeks pertanamannya menjadi  2 atau 3 kali dalam setahun.

Perjuangan untuk peningkatan IP ini telah dimulai sejak bulan September tahun 2016. Petani di lahan pasang surut melakukan percepatan tanam di bulan September, sehingga diharapkan dapat tanam IP-200 di bulan Januari/Februari 2017. Upaya percepatan tanam dilakukan melalui program UPSUS dengan melibatkan personil TNI/babinsa yang disebar di wilayah percepatan tanam, termasuk di Banyuasin. Di bulan September 2016, dengan percepatan tanam, luas tanam padi di Sumsel pada bulan September mencapai ±150.342 ha, dimana tahun-tahun sebelumnya luas tanam September < 30.000 ha.

Pemerintah Pusat terus berkomitmen untuk memacu peningkatkan produksi di lahan rawa pasang surut dan rawa lebak di Sumatera Selatan. Kementerian Pertanian telah merencanakan akan melakukan optimalisasi lahan rawa pasang surut dan rawa lebak seluas 500 ribu ha di Sumatera Selatan untuk memacu produksi padi. Ini akan semakin mengukuhkan Sumsel sebagai lumbung pangan nasional.

(Edo)

Check Also

Calon Kuat Peganti Sandiaga, M Taufik Menguat Sebagai Wagub DKI

Jakarta, sketsindonews – Para Aktifis Jakarta telah menduga pertarungan di DPRD DKI peganti Wagub Sandiaga …

Watch Dragon ball super