Home / Artikel / Biduk Rusun III Kemayoran Masih Banyak Warga Tak Lapor Ijin Tinggal

Biduk Rusun III Kemayoran Masih Banyak Warga Tak Lapor Ijin Tinggal

Jakarta, sketsindonews – Kemayoran dengan tumbuhnya kawasan pemukiman kota dan berada strategis di tengah kota metropolitan menjadi sasaran para nomaden untuk bertempat tinggal illegal di Jakarta.

Rusun, Apartemen menjadi sasaran tinggal orang luar daerah dan para WNA dengan sangat sangat mudah apalagi terkait privacy sangat dilindungi dengan pertimbangan mereka hanya punya kewajiban pokok hanya bayar sewa orang untuk tinggal.

Sudin Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil) Kota Jakarta Pusat bersama petugas gabungan untuk pasca Idul Fitri melakukan giat “Biduk” (Bina Kependudukan) sebagai salah satu cara pendataan bagi warga tinggal menetap legal untuk dapat terdata terlayani untuk mendapatkan dokumen sementara (SKDS) secara sah.

Kasudin Dukcapil Kota Jakarta Pusat Remon Masadian mengatakan, untuk sekian kalinya pihaknya melakukan Biduk baik bagi kawasan apratemen serta kawasan pemukiman padat yang menjadi sasaran program layanam biduk, tukasnya.

Dengan biduk warga harus terlayani secara baik, banyak sekali progran jemput bola ini sebagai penyadaran bagi warga negara atau orang tinggal dapat mengikuti aturan betempat tinggal di DKI Jakarta.

Sementara, sambung Remon banyak warga yang tidak tahu kegiatan biduk sangat membantu ijin tinggal bagi warga masyarakat

Giat biduk banyak diketemukan kasus tinggal yang dilanggar misal tinggal bersama tanpa nikah, WNA tanpa dokumen, hingga warga pindah dari satu wilayah ke wilayah lain karena tak lapor, seperti kawasan Rusun Tahap III di RW 09 Kelurahah Kebon Kosong Kemayoran, tukasnya.(18/7)

Sebaiknya warga pendatang dari luar daerah tidak usah takut dalam pelayanan Binduk ini, karena kita melayani pembuatan SKDS dengan gratis,”

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor: 2 tahun 2012, pendatang baru wajib melapor ke Kelurahan.

Dalam aturan itu sudah jrlas, setiap warga pendatang baru yang bermukim di Jakarta selama 14 hari berturut-turut tinggal di Jakarta. Dia harus melapor ke RT dan RW hingga kelurahan setempat mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) nomor: 93 tahun 2016 tentang tata cara pendaftaran penduduk,” jelas Remon.

“Dari hasil biduk saat ini baru 67 SKDS diterbitkan, untuk kosultasi 17 orang, sedangkan 5 WNA yang terjaring dari Negara India dan Nigeria langsung kami data oleh petugas Imigrasi kaitan kelengkapan dokumen”.

Giat Biduk tersebut langsung di tinjau oleh Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, yang didampingi Camat Kemayoran Herry Purnama dan Lurah Kebon Kosong Syamsul Ma”arif serta para RT – RW Kelurahan Kebon Kosong.

reporter : nanorame

Check Also

Bawaslu Harus Cermati Reuni Aksi Persaudaraan 212 Yang Akan di Gelar di Monas

Jakarta, sketsindonews – Alumno 212 akan kembali menggelar aksi yangvrencananya akan menggelar di lapangan Monas …

Watch Dragon ball super