Home / Berita / BIG Dukung Pemetaan Tata Ruang Untuk Smart City

BIG Dukung Pemetaan Tata Ruang Untuk Smart City

Bogor, sketsindonews – Bangsa Indonesia dihadapkan oleh masalah pembangunan dan tata ruang yang kian berat.

Fenomena urbanisasi yang sangat pesat dan tidak terkendali, serta pertambahan populasi secara konstan sangat berdampak bagi perekonomian bangsa.

Berdasarkan data yang diperoleh Badan Pusat Statistik, tercatat per tahun 2015 kepadatan penduduk Indonesia berada di jumlah 134 jiwa/km2 dan angka tersebut terus bertambah tiap tahunnya.

Solusi dari permasalahan tersebut, beberapa kota di Indonesia yang diantaranya DKI Jakarta, Bandung, Balikpapan, Makasar dan Surabaya telah mengusung konsep pembangunan “Smart City”.

Smart City merupakan sebuah konsep kota cerdas yang dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya yang ada dengan effisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya. Namun pembangunan Smart City haruslah ditunjang dengan perencanaan tata ruang yang akurat agar pembangunan tersebut.

Sebagai bentuk implementasi Undang Undang No. 4 Tahun 2011, Badan Informasi Geospasial (BIG) terus mengawal penggunaan Informasi Geospasial yang dalam hal ini Informasi Geospasial Tematik khususnya Peta Tata Ruang harus mengacu pada Informasi Geospasial.

“Rencana pembangunan wilayah tidak terlepas dari informasi penataan ruang Smartcity membutuhkan detail tata ruang berbasis skala ukuran luas daerah.” Ungkap Dr. Ir. Mulyanto Darmawan, M.Sc., Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas BIG, Bogor, Jumat (21/7).

Berdasarkan data Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas BIG, per Desember 2016 jumlah Kabupaten Kota yang telah mendapatkan rekomendasi terkait Rencana Detil Tata Ruang dari BIG baru 42 Kabupaten Kota sedangkan sisanya 314 Kabupaten Kota sedang melakukan asistensi dan sebanyak 159 Kabupaten Kota belum melakukan asistensi.

“Apapun konsepnya, tidak terlepas dari informasi penataan ruang. Konsep yang dikembangkan tanpa hal itu pasti bermasalah,” ucap Mulyanto.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan Wilayah II Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional, Andri Hari Rochayanto mengatakan bahwa smart city konsep kota dengan pelayanan kepada masyarakat berkelanjutan (sustainability), aman, nyaman, dan produktif. Dan terintegrasi dengan online.

Operasional dari smart city disusun dengan melibatkan partisipasi publik hingga akhirnya dilahirkan dalam bentuk peraturan daerah (perda).

“Pengembangan kota bermuara kepada konsep keberlanjutan dengan 3 aspek yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi. Dan kota yang terus berkembang dan berkelanjutan agar tercapai konsep smart city,”  jelasnya.

(Edo)

Check Also

Aliansi Mahasiswa Kaltim Meminta MA, Segera Tangkap Dan Tahan Jafar Abdul Gaffar

Jakarta, sketsindonews – Sebanyak 50 Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur bersama Aktivis Jakarta, melakukan …

Watch Dragon ball super