Home / Berita / Bisnis Online Niat Gabung ISIS, Berakhir Dengan Vonis Hakim

Bisnis Online Niat Gabung ISIS, Berakhir Dengan Vonis Hakim

Jakarta, sketsindonews – Sidang lanjutan tindak pidana terorisme dengan terdakwa Meilani Indira Dewi, Lindrika Wiratama dan Muhammad Husni kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rabu (29/8) dengan agenda pembacaan putusan.

Dalam persidangan sebelumnya surat tuntutan Jaksa menyatakan bahwa terdakwa Maelani Indria Dewi telah terbukti secara sah dan meyakinkan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 15 jo pasal 7 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang RI Nomor 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

Menurut Jaksa, dalam surat dakwaan pertama dan tindak pidana pendanaan terorisme sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 4 jo pasal 5 Undang Undang Nomor 9 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Meilani Indria Dewi alias Lani berupa pidana penjara selama 5 tahun penjara, Lindrika Wiratama dituntut 5 tahun dan Husni di tuntut 6 tahun penjara di kurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah tersakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp. 50.000.000; ( Lima Puluh Juta Rupiah , Subsider pidana kurungan selama 3 bulan kurungan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya menjelaskan mereka memiliki pemahaman yang sama antra Meilani, Husni dan Lindrika tentang keutamaan hijrah, sepakat bersama- sama membuat bisnis online baju- baju syar’i.

Dengan menjalankan bisnis online keinginan untuk tetap hijrah ke Suriah dan menyuruh Husni dan Lindrika untuk mencari akses untuk berngkat ke Suriah.

Sekitar Juli tahun 2017 dari keuntungan penjualan bisnis online terdakwa bersama Husni dan Lindrika akan digunakan sebagai bekal bersama-sama  berangkat ke Suriah.

Akhirnya terdakwa bersama Husni dan Lindrika memesan tiket Jakarta- Istambul (Turki) dan Istambul (Turki) – Jakarta dengan harga tiket 8jt rupiah. Sebelum keberangkatan Meilani sepakat bertemu di sebuah hotel yang dekat dari Bandara Soekarno Hatta bersama Husni dan Lindrika.

Keesokan harinya terdakwa bersama- sama Husni dan Lindrika berangkat ke Istambul- Turki. Namun setibanya di Istambul- Turki pukul 07.00 waktu setempat ketika mengantri di di Imigrasi Bandara Turki tiba – tiba terdakwa di panggil oleh pihak Imigrasi dan di introgasi dan akhirnya Meilani bersama Husni dan Lindrika di deportasi kembali ke Indonesia.

Dalam amar putusan, Majelis Hakim menyatakan bahwa terdakwa Meilani bersama Muhammad Husni telah dengan sengaja melakukan perencanaan bergabung dengan Khilafah di Syuriah (ISIS) dan terdakwa juga ingin berhijrah mendukung membantu Daulah Khilafah.

“Dengan ini menyatakan Meilani terbukti bersalah melakukan tindak pidana terorisme dan pendanaan terorisme dengan menjatuhkan pidana selama 3 tahun dan 6 bulan penjara serta denda 50jt atau 1 bulan penjara,” jelas Majelis.

Majelis juga menambahkan untuk Muhammad Husni menjatuhkan pidana selama 4 tahun penjara dan denda 50jt atau 1 bulan penjara. Sedangkan untuk Lindrika Wiratama lebih dahulu vonis dengan di jatuhkan pidana selama 4 tahun penjara.

(@d2)

Check Also

Rumah Aspirasi Prabowo – Sandi, Sebagai Masukan Calon Presiden dan Wakil Presiden Pilihan Rakyat

Jakarta, sketsindonews – Rumah Aspirasi Prabowo – Sandi telah di bentuk di Jalan Cut Mutia No. 18 merupakan rumah aspirasi publik dalam menyampaikan segala persoalan kebangsaan, ini menjadi momentum strategis bagi kehidupan demokrasi masyarakat, ujar Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Amir Hamzah, di Masjid Cut Mutia Jakarta Pusat. (24/9).

Menurutnya, masyarakat bisa langsung mengemukan pendapatnya kepada calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo – Sandi nantinya yang nantinya dapat di teruskan dalam segala aspek dinamika kebangsaan.

Saya sudah kemukakan kepada teman – teman pendukung bagaimana rumah aspirasi di manfaatkan secara baik, karena sangat sulit mengalahkan Prabowo – Sandi kecuali dengan kecurangan, terang Amir.

Lanjut Amir, setelah nantinya hasil pilpres 2019 kedua pasangan menjadi pemenang, ini sebuah pekerjaaan rumah bagi keduanya yakni : pertama menghadapi kedaulatan bangsa dengan Pancasila yang merupakan satu azas bangsa.

Kedua, menghadapi epidemi tirani minoritas, dimana krlompok mayoritas untuk tidak merasa kecil hati terhadap kesenjangan yang ada sehingga tirani minoritas bukan lagi menjadi hambatan.

Hal krusial lain mengenai isu bahaya laten komunis untuk menjadi isu penting dalam rangka proses adu domba untuk tidak menjadi persoalan bangsa kedepan dengan merivisi Tap MPRS No 25.Tahun 1966 Tentang Larangan organisasi gerakan PKI.

Ketiga, mengenai keseimbangan pembangunan antar wilayah baik Indonesia Barat dan Indonesia Timur dalam tata kelola pembangunan ini tentunya harus menjadi perhatian Prabowo – Sandiaga Uno.

Kalo tidak kerawanan disintegrasi bangsa akan terus menjadi indikator di setiap daerah wilayah Indonesia Timur.

Tentunya rumah aspirasi setelah pemenangan harus bisa menuangkan pokok – pokok pikiran sebagai landasan strategis nasional bagi keduanya setelah menjadi Presiden terpilih pilihan rakyat, pungkas Amir.

reporter : nanorame

Terkait

Watch Dragon ball super