Home / Artikel / BPJS Kesehatan Kota Jakarta Pusat Tingkatkan Koordinasi Faskes dan Stakeholder

BPJS Kesehatan Kota Jakarta Pusat Tingkatkan Koordinasi Faskes dan Stakeholder

Jakarta, sketsindonews – Pertemuan Koordinasi Pelayanan Kesehatan FKTP dan FKRTL Sebagai Dukungan Determinasi UHC Wilayah Jakarta Pusat terus di gulirkan sosialisasinya program program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Untuk diketahui program JKN-KIS membuka akses yang lebih besar kepada masyarakat untuk mendapat jaminan pelayanan kesehatan. Dalam rangka memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang optimal bagi peserta BPJS Kesehatan maka perlu adanya koordinasi dan komunikasi antara BPJS Kesehatan dengan Fasilitas Kesehatan.

Bentuk koordinasi tersebut telah dilakukan hari ini oleh BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat melalui pertemuan Koordinasi dan Kemitraan dengan stakeholder yang diadakan secara rutin, ujar Bona Vita Kepala Cabang Kantor BPJS Kota Jakarta Pusat di Auditoriun Gedung Medik Corulus Borromeus, RS St. Corolus Jalan Salemba Raya Jakarta Pusat. (1/2)

kepala cabang bpjs jp.bona vita.doc

Pertemuan ini diikuti oleh 31 Faskes Lanjutan dan 93 Faskes Primer serta di hadiri juga oleh Stakeholder Program JKN-KIS dari IDI Jakarta Pusat dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat.

Sambung Bona, kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien melalui koordinasi yang berkesinambungan antara Faskes Tingkat Pertama dengan Faskes Tingkat Lanjutan serta dengan stakeholders lainnya melalui pemahaman prosedur pelayanan.

Keberhasilan program JKN-KIS tidak bisa lepas dari dukungan fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan selaku mitra BPJS Kesehatan.

Karena itu, koordinasi perlu terus ditingkatkan peran dan fungsinya dalam memberikan pelayanan, dengans kendali mutu sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan JKN-KIS.

Mengapa demikian, kata Bona. Karena semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan Program JKN-KIS atas kebijakan serta pemahaman pelayanan kesehatan di di FKTP dan FKRTL, guna peningkatan pemahaman yang sama atas sistem dan program-program yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan, tandasnya.

“Khusus tentang Sistem Rujukan dan Program Rujuk Balik (PRB).
Program Rujuk Balik (PRB) menjadi salah satu program unggulan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan”

Selain mempermudah akses pelayanan kepada penderita penyakit kronis, program rujuk balik membuat penanganan dan pengelolaan penyakit peserta BPJS Kesehatan menjadi lebih efektif.

Dengan Program Rujuk Balik (PRB), pasien yang sudah stabil atau sudah bisa terkontrol dikembalikan lagi ke fasilitas tingkat pertama untuk dikelola dengan baik oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Untuk diketahui tambah Bona, adapun penyakit kronis dengan kondisi stabil yang bisa dilakukan Program Rujukan Balik meliputi kasus ; Diabetes mellitus, Hipertensi, Jantung, Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Epilepsy, Gangguan kesehatan jiwa, Stroke, dan , Sindroma Lupus Eritematosus (SLE), jelasnya.

reporter : nanorame

 

Check Also

Kembali Penjual Hewan Qurban Musiman Kuasai Trotoar Mas Mansyur

Jakarta, sketsindonews – Kembali penjual kambing musiman kuasai trotoar jalan KH. mas Mansyur padahal pemerintah …

Watch Dragon ball super