Home / Artikel / Buku Marsekal Hadi : Hidup Penjual Donat, Hingga Anak Sersan Jadi Panglima TNI

Buku Marsekal Hadi : Hidup Penjual Donat, Hingga Anak Sersan Jadi Panglima TNI

Jakarta, sketsindonews – Sebuah ungkapan dalam pikiran dari seorang Marsekal Hadi Tjahyono yang tak mimpi jadi Panglima TNI saat sekarang ini.

Menyandang jabatan sebagai Panglima TNI, tak ada yang mengira jika perjalanan hidup Marsekal Hadi Tjahjanto penuh lika liku. Sang Panglima bahkan pernah diremehkan dan dipandang sebelah mata akan kehidupan dari anak seorang Bapak pangkat sersan.

Cerita perjalanan hidup Hadi Tjahjanto tersebut tertuang dalam buku berjudul Kisah Anak Sersan Menjadi Panglima.

Penulis buku, yakni Eddy Suprapto menuturkan, Hadi Tjahjanto semula menolak kisah hidupnya untuk ditulis. Namun sebagai sahabat, dia menilai kisah hidup seorang anak sersan menjadi panglima menarik untuk diketahui oleh generasi zaman sekarang.(16/3)

ini bisa menjadi inspiratif bagi generasi mendatang sehingga perlu diketahui oleh publik, terang Eddy.

Tak hanya itu, Eddy juga ingin menghadirkan sisi lain dari Hadi yang tidak pernah berandai-andai menjadi Panglima TNI.

“Generasi yang jauh lebih mudah, sebagai pelajaran sebuah hidup dan semangat berjuang pantang menyerah,” kata Eddy.

Buku yang terdiri dari lima bab ini, mencoba menuturkan sisi lain perjalanan hidup Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto secara lengkap hingga masa kecilnya yang berjualan donat.

Diawali kisah keluarga Sersan Mayor TNI AU Bambang Sudarto dan Nur Saa’dah, seorang perempuan asli Singosari, buku ini menuturkan kehidupan keluarga dengan lima anak, salah satunya Hadi Tjahjanto hingga lulus menjadi seorang penerbang.

Potret kehidupan Hadi bersama teman-temannya hadir di bab selanjutnya. Apa yang dilakukan Hadi agar tetap bisa bersekolah dan membantu ayahnya, yang hanya seorang teknisi pesawat bergaji pas-pasan, menjadi kisah yang sangat luar biasa.

Tak ada yang menyangka bahwa Sang Panglima pernah menjadi seorang Cady hingga pembuat kue donat. Meski getir, namun tidak sampai menjadi ratap tangis.

Hadi mulai merancang cita-cita menjadi penerbang sejak usia kanak kanak.  Dalam proses mendisiplinkan diri mempersiapkan tes jasmani masuk AKABRI, Hadi jatuh hati pada pandangan pertama dengan seorang gadis yang masih duduk di SMP.

Gadis itu adalah Nanik Istumawati, seorang anak polisi pasangan Serma Soedjai Wiryoatmodjo dan Ibu Arbaiyah Yunus. Nanik kelak menjadi istri Hadi Tjahjanto.

Lulus jadi penerbang hingga puncaknya sekolah ke Prancis tak membuat Hadi menuai pujian. Ia tetap diremehkan, dipandang sebelah mata. Bahkan gosip dari para istri perwira menyebar bahwa Hadi memang penerbang yang gagal.

Namun Tuhan berkata lain. Meski selalu dipinggirkan dan tidak pernah mendapat kesempatan memegang peran strategis, setahap demi setahap perjalanan karier Hadi mulai bersinar.

Nanik Istumawati suatu hari bermimpi melihat bintang bersinar cemerlang di arah barat dan anak-anaknya berlarian ke Barat. Ternyata menjadi pertanda titik balik karier suaminya, yang mulai menggapai bintang hingga bintangnya bersinar. (**)

Check Also

Luka Terus Menyala Discripsi Ramadhan

Sahur Hari Ketujuh Jakarta, sketsindonews – Sahur di hari 7 di bulan Ramadhan 1439 H …

Watch Dragon ball super