Home / Artikel / Camat Ujung Tombak Pembangunan Pemerintah Pusat

Camat Ujung Tombak Pembangunan Pemerintah Pusat

Manado, sketsindonews – 500 Camat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Camat dari Provinsi Sulawesi, Maluku dan Papua, di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut) yang langsung di hadiri Menkopulkuham Jenderal TNI (purn) Wiranto yang dalam arahannya mengatakan, dirinya mengajak kepada para camat di seluruh Indonesia untuk memiliki loyalitas tunggal.

Loyalitas tunggal yang dimaksud yakni seorang camat harus patuh kepada pimpinan tertinggi yakni presiden sesuai dengan konstitusi negara. (30/8).

Wiranto mengatakan, peran strategis camat dalam melaksanakan program prioritas nasional dan penyelenggaraan urusan pemerintahan umum di wilayah kecamatan sangat penting.

Karena itu, kata Wiranto, para camat harus loyal agar pelaksanaan pembangunan bangsa bisa searah sesuai dengan fokus yang dijalankan presiden, dimana saat ini presiden selalu fokus memerhatikan kepentingan rakyat, tidak merugikan rakyat, semua kebijakan dijalankan untuk rakyat.

Wiranto menyebutkan, ada 10 prioritas nasional yang dilakukan presiden demi menyejahterakan rakyat yakni, pendidikan, kesehatan, perumahan dan permukiman, usaha pariwasata, ketahanan energi, ketahanan pangan, penanggulangan kemiskinan, infrastruktur, pembangunan wilayah, dan polhukam. “Semua program tersebut harus didukung sepenuhnya oleh para camat,” katanya.

Mantan Panglima TNI itu menjelaskan peran camat dalam konteks NKRI untuk menghadapi persaingan global saat ini sangat penting. Cita-cita negara bisa tercapai karena camat turut ambil andil dalam tujuan pembangunan.

Posisi camat dalam proses desentraliasi harus jelas, camat memiliki hak mengatur wilayah kearah yang lebih baik, di dalam wilayah itu terdapat rakyat. Camat merupakan ujung tombak dalam pembangunan, kalo kecamatan gagal hingga pemerintah pusat bisa gagal.

Khusus dalam bidang politik, Menko Polhukam mengingatkan camat harus ikut membantu menyelesaikan agenda nasional dalam Pileg, Pilpres, Pilkada agar berjalan lancar.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan, semua camat di seluruh Indonesia untuk memiliki integritas, tegak lurus dalam memimpin dan terus menyampaikan kepada masyarakat tentang keberhasilan pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah.

Rakornas tersebut mengambil tema peran strategis camat dalam penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan berdasarkan peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2018 tentang kecamatan.

“Setiap camat harus terus melakukan konsolidasi antar sesama perangkat pemerintahan. Camat harus tegak lurus, semua aparat pemerintahan harus tegak lurus, jangan khawatir dalam melayani masyarakat,” kata Tjahjo.

Tjahjo juga meminta para camat harus mampu menyampaikan ke masyarakat semua keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Hal tersebut bukan kempanye, tapi untuk menunjukan loyalitas camat kepada pimpinannya.

Sedangkan Irwasum Polri Komjen Pol Putut Eko Bayuseno mengatakan untuk mencapai tujuan itu semua komponen harus bersatu padu. “Yang penting situasi kamtibmas harus kondusif karena sebagai landasan untuk melaksanakan pembangunan,” ujarnya.

Menurut Putut, kejadian kejahatan konvensional walaupun jumlahnya banyak, tidak akan menganggu roda pemerintahan, tapi satu kali kejadian konflik sosial bisa melumpuhkan jalannya roda pemerintahan. “Untuk mewujudkan cita-cita menjadi negara super tentu harus memiliki pemimpin yang kuat atau seorang leader, termasuk dari kepala desa, camat hingga presiden,” tandasnya. (**)

Check Also

Fokus Survey KHL, Said Iqbal: Gubernur Tidak Harus Tunduk Pada PP 78/2015

Jakarta, sketsindonews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kembali menegaskan, bahwa Gubernur …

Watch Dragon ball super