Home / Artikel / Carut Marutnya Rotasi Mutasi Pemda DKI, Ada Pejabat Tidak Mau Ikut Seleksi Terbuka

Carut Marutnya Rotasi Mutasi Pemda DKI, Ada Pejabat Tidak Mau Ikut Seleksi Terbuka

Jakarta, skdtsindonews – Carut marutnya hasil rotasi mutasi jabatan Pemda dki Jakarta oleh para aparat pemda (ASN) yang tidak mau melakukan ikut seleksi terbuka.

Hal ini menjadi tanya tanya dikalangan aparatur ASN. Msnurut Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah mengatakan, dalam rotasi, mutasi rotasi jabatan itu sudah diatur dalam UU No 5 tahun 2014 tebtang ASN dengan peraturan oelaksanaan harus sesuai PP No 11 Tahun 2017.(8/7)

Namun karena PP No.11 2017.ini muncul sebelumnya sehingga itu menjadi kendala, dimana pada tahun 2015 dan 2016 ada seleksi tertutup yang di lakukan oleh pemda DKI Jakarta.

Sementara rotasi, mutasi jabatan yang dilakukan saat  ini yang dilakukan melalui seleksi terbuka untuk mengisi posisi jabatan kosong.

Sambung Amir, ada 3 syarat jabatan kosong pertama sebagai syarat karena berhenti atas kehendak sendiri, berhenti karena oleh atasan, dan berhenti karena purna bhakti.

Dan yang terjadi seleksi terbuka saat ini dilakukan untuk mengisi jabatan tertentu namun pejabatnya masih duduk menjabat karena tidak lowong untuk mengisi posisi jabatan tersebut.

Seperti pengumuman seleksi terbuka yang belum lama ini dilakukan pemda DKI kemaren untuk mengisi jabatan tertentu tapi pejabatnya masih menjabat.

Akibattidak lowong sehingga ada pejabat yang tidak mau ikut seleksi padahal mereka juga punya syarat untuk mengikuti seleksi sesuai dengan golongan.

Amir Hamzah Aktivis Senior sekaligus Ketua BMW (Budgeting Metropolitan Watch). menjelaskan pula pada seleksi tertutup eselon II pada tahun 2015 dan 2016 khususnya eselon II yang berhak dinyatakan lulus pada tahapan III tidak mendapat jabatan.

Walaupun tinggal mengikuti seleksi tahapan IV untuk wawancara, bahkan tidak mendapat jabatan, ada pula non job seperti gilongan IV B yang hanya menjadi kepala seksi, terangnya.

“Saran Amir Sekda DKI Jakarta H. Saefullah harus berhati karena terkait dirinya yang merupakan mendapat mandat dari Gubefnur DKI Jakarta Anies Baswedan”.

Sementara Gubernur Anies selaku pembina kepegawaian ASN merupakan delegasi kewenagan dari Presiden dibandingkan tugas mandat mempunyai resiko yang besar karena tugas kewenangannya hanya merupakan mandat.

Seperti pengisian jabatan lowong sebelum definitif dengan penunjukan Plt yang semesrinya punya kecermatan sesuai kepangkatan.

Ditambah ada rumor yang berkembang bahwa seleksi terbuka hanya sifatnya abunawas walaupun hal itu akan diawasi oleh komisi pengawasan ASN.

Tapi hingga saat ini publik tidak tahu jika ada penyelewengan kewenangan untuk mengadu belum ada instansi yang terkait dalam upaya pengawasan, papar Amir.

reporter : nanorame

 

Check Also

Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan

Roma 12: 9-21 Renungan, sketsindonews – Kasih ini mesti dimulai dari dalam dulu, karena, tidak …

Watch Dragon ball super