Home / Profile / Advertorial / Celoteh Wartawan, Jangan Engkau Takut Dengan Tulisanku

Celoteh Wartawan, Jangan Engkau Takut Dengan Tulisanku

Jakarta, skestsindonews – Inilah celoteh wartawan profesi jurnalistik yang karap katanya menakutkan dan perlu di bungkam, padahal wartawan orang yang asik, kadang bisa menggelitik, kadang bisa usik, kadang menyebalkan dalam membuat pelurusan pembenaran, ujar kawan profesi. (14/2)

Sosok wartawan adalah orang bebas, wartawan bebas menulis apa yang Ia lihat dan Ia dengar berdasarkan hati nurani, kode tetik dan UU Pers.

“Wartawan tidak memiliki kategori status sosial yang pasti, pagi Ia bisa ngobrol dengan abang becak, Siang Ia bisa makan bersama para pejabat, sore Ia bisa bincang-bincang dengan pemuka agama dan malam Ia juga bisa berada di Cafe Senang Hati, Diskotiq, Bar, dan Karoeke.”

Setiap hari Ia menyapa publik dengan informasi, tak peduli Informasi yang disajikan itu diapresiasi atau dicaci, untuk memenuhi kewajibannya terhadap publik, wartawan memberikan informasi berdasarkan kebenaran yang diyakininya benar dan chek and richek, terkadang risiko nyawa tanpa Ia sadari mengancam dirinya dan keluarganya.

Sungguh profesi yang amat agung, dimana seorang wartawan berperan besar dalam seluruh aspek kehidupan, sejarah mencatat, kemerdekaan Indonesia dikumandangkan ke seantero dunia melalui media oleh seorang wartawan.

Al-quranul karim, Al – hadist pun hasil daripada kegigihan para wartawan (para sahabat Nabi) didalam mencatatkan Wahyu Ilahi yang turun kepada para Nabi dan mencatatkan hadist yang disampaikan Rasulullah kepada umatnya kala itu.

Begitu penting peran wartawan dalam sendi – sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, namun mengapa kini wartawan dibungkam dengan pasal 310,311,UU ITE, Surat Edaran Kapolri tentang ujaran kebencian dan upaya paksa mempidanakan wartawan dengan cara – cara yang sangat bertentangan dengan UU Pers dan KIP bahkan HAM.

Wartawan tak perlu dibungkam, wartawan tak perlu dipidana, wartawan itu hanya butuh dibina dan diawasi dengan profesional dan menjadikan UU Pers sebagai satu – satunya alat mengontrol, mengawasi kebebasan Pers di negeri ini.

Wartawan bukan untuk ditakuti, wartawan bukan untuk dibasmi, wartawan penentu masa depJangan an sebuah bangsa dan kemajuan sebuah negara serta pertahanan negara.

Wahai para pejabat, jangan engkau takut kepada wartawan, jangan engkau takut pada kami yang mengemban tugas social control Bangsa bahkan Dunia.

“save wartawan”

saduran : nanorame

Check Also

Wacana Revisi UU Terorisme, Bukan Mempersempit Ruang Gerak Penceramah

Jakarta, sketsindonews – Dalam wacana revisi Undang – Undang Terorisme dalam. diskusi yang diselenggarakan MNC …

Watch Dragon ball super