Back

Media Terpercaya

Cerita Pos RS Darurat Wisma Atlit Kemayoran, Bisa Ikut Parno Melayani Tamu

Jakarta, sketsindonews – Dengan dibukanya rumah sakit darurat IGD pasien Covid -19 Wisma Atlet Kemayoran telah diresmikan pemerintah 2 hari lalu ternyata dari mulai pintu masuk serta menuju tower 7 penjagaan sangat ketat.

Namun dibalik itu bagaimana para petugas berjaga dari mulai pintu masuk, bagi khusus pasien rujukan ternyata ada keparnoan begitu mendalam bagi para petugas aparat keamanan saat bertugas.

Sekelumit cerita petugas atas kekuatiran begitu sangat ada atas penyebaran Covid – 19 juga ikut menyelimuti, terlihat dalam pantauan faktor safety perlindungan petugas hanya menggunakan masker saat sketsindonews memantau rumah sakit Wisma Atlet, Selasa (24/3/20).

“Kami parno juga walau hanya didepan berjaga dan melihat hilir mudik para tamu keluar masuk, terlebih ada tamu begitu bertanya walau kami juga jaga jarak,” ungkap petugas.

Suatu haru terlihat seseorang turun naik taxi sekitar malam hari berjalan menuju posko tenda H Keneng diketahui orang tersebut dari luar daerah dengan membawa tas.

“Pak kami mau tanya kearah mana pak saya mau periksa hasil rujukan dari rumah sakit, sambil menyerahkan amplop dokumen warna coklat”, ucap petugas unsur aparat.

Kami pun selaku petugas ngeri – ngeri sedap jadi ikut parno bahkan ada teman – teman saat jaga ikut loncat (red.hindar) karena kami berfikiran tamu ini sudah terinfeksi Covid – 19.

Artinya, kata petugas. Kondisi ini karena banyak faktor menjadi pertimbangan kami di karenakan kami dalam safety berjaga hanya mengenakan baju serta masker selebihnya pakaian dinas jaga.

Bukan pakaian dengan sarana anti virus kami tak kenakan seperti petugas medis di dalam rumah sakit darurat Wisma Atlit, jelasnya.

Sebaiknya pemerintah juga secara manusiawi menyiapkan terhadap kami agar bertugas mulai menerima tamu pasien rujukan diberikan safety medis yang layak sehingga tak membuat kami parno saat bertugas di posko H.Keneng, tutupnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.