Covid-19 dan YOI SKUL, Hidup Ini Harus Berjalan Secara Sosial dan Ekonomi

Jakarta, sketsindonews – Yayasan Obama Indonesia (YOI SKUL) yang berada di Kampung Penambungan “Ghasonk” atau dulunya lebih dikenal Bilik Pintar terus membangun anak-anak pintar yang dididik dengan metode culture, sosial, media luar ruang, hingga pendidikan non formal berbasis kolaboratif.

Dibalik timbunan sampah serta dibelakang gedung Casablanca Menteng Atas Jakarta Selatan mereka hidup bersosialisasi seiring dinamika tantangan kedepan dengan hiruk pikuk pembangunan ditengah Kota Jakarta..

“Hampir sebanyak kurang lebih 100 KK mereka berkumpul dalam area yang dibangun oleh swakola masyarakat setempat dengan dipelopori Yayasan Obama Indonesia (YOI Skull) sebagai lembaga sosial non profit dalam mengentaskan pendidikan anak.- anak kelompok umur warga miskin,” ucap Bowo, merupakan seorang pendiri YOI sekaligus Aktivis Limgkungan, Minggu (15/3/20).

Dia bersama isterinya Wati terus bergelut dalam menjamin lingkungan yang ada menjadi investasi dalam satu gerakan menciptakan peserta didik terus berkembang dalam aspek kehidupan dengan menciptakan penumbuhan rasa sosial sebagai peeekat membangun nilai manusia yang memiliki karakter.

Hampir 60 anak lingkungan dibina dalam satu area dengan aneka keterampilan selain dengan mengajak peran stake holder untuk berkolaboratif baik tenaga pengajar dari kalangan mahasiswa untuk terus membangun konsep pendidikan agar tidak mengenal istilah marginalisasi mengenyam pendidikan.

Kata Bowo, mereka hingga saat ini telah melahirkan anak didik yang ditahun 2020 ini akan masuk di Universitas UGM Jogjakarta.

Terkait Covid -19

Bowo juga mengajarkan anak-anak dan para orang tua terkait Covid -19 bukan menjadi satu hambatan, justru saat ini kami “contra corona” itu harus kita lawan dengan pola hidup sehat walaupun lingkungan ini secara tak kayak di huni bagi tumbuh kembang dalam satu lingkungan yang hyginis.

Tapi mereka kuat dengan aspek hidup dengan satu keyakinan bahwa menghadapi wabah Covid -19 disease epidemic global tentunya akan mengarah pada kisi kehidupan masyarakat, salah satunya dengan optimis serta mengajak mereka bukan untuk ditakuti.

“Masyarakat jangan dibuat takut kami ingin kehidupan kami secara nyata tak layak tapi sebaliknya kami berupaya melawan penyakit epidemic dengan tergantung nilai phisicly daya tahan tumbuh menjadi imunitas paling penting,” paparnya.

Kita tidak batasi warga untuk berinteraksi apalagi menutup sebuah peekumpulan kami dalam menjalankan proses pembelajaran yang harus tetap berjalan.

“YOI Skul untuk tetap eksis seiring pemerintah turut menghimbau wabah Covid-19 untuk tidak menjalar pada lingkungan serta proses belajar mengajar. Kami manusia sehat untuk terus bergerak dalam waktu berjalan bukan terlena beraktifitas membangun kelangsungan ekonomi, sosial, serta beraktifitas melakukan budaya hidup sehat,” tutup Bowo.

(Nanorame)