Home / Berita / Metropolitan / DBHCHT RSUD Waru Tembus Rp 2 Miliar

DBHCHT RSUD Waru Tembus Rp 2 Miliar

Pamekasan, sketsindonews – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, jadi salah satu dari sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan, yang menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021.

DBHCHT milik RSUD Waru tersebut tembus Rp 2 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan obat dan Bahan Habis Pakai (BHP), biaya servis Alkes rusak dan untuk kalibrasi.

“Untuk pengadaan obat dan BHP, seperti misalnya alcohol betadine haskun masker dan lain lain. Kemudian juga untuk biaya servis Alkes rusak, lalu untuk perbaikan alat dan untuk kalibrasi. Jadi ada empat peruntukannya, ” kata Direktur RS Waru Pamekasan dr Hendarto, Rabu (23/6/21).

Untuk pengadaan obat obatan, kata Hendarto, saat ini sudah dalam proses pengadaan oleh pejabat berwenang dan sudah ada beberapa obat yang sudah datang, dan juga ada beberapa obat yang masih proses pengiriman.

Tahun lalu, RS Waru juga mendapat kucuran DBHCT. Semuanya digunakan untuk pengadaan alat alat kesehatan. Tahun ini tidak ada anggaran untuk pembelian alat kesehatan, hanya berupa dana untuk servis alat alat kesehatan.

“Jadi tahun ini dikhususkan kepada obat, BHP kemudian perbaikan alat dan kalibrasi itu,” ungkapnya.

Dia mengakui bahwa dana DBHCT sangat bermanfaat terutama bagi RS Waru. Tujuan dana itu untuk pemenuhan kebutuhan guna meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat khususnya untuk pembelian alat alat kesehatan.

“Yang sekarang karena terbatas, kami tidak dapat alkes tetapi dalam alokasi untuk obat lalu perbaikan alat sama kalibrasi. Jadi dalam prosesnya kemarin dapat dana DBHCT itu sangat bermanfaat didalam rangkan pemenuhan alkes dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Hendarto berharap tahun depan RS Waru tetap kembali dapat DBHCT untuk memenuhi kebutuhan pengembangan rumah sakit, khususnya keperluan Alkes.

“Sehingga pengadaan alat itu minimal infasif sehingga masyarakat dalam proses penyembuhannya tidak terlalu lebar dan proses penyembuhannya cepat,” ungkapnya.

Kaitannya dengan pengembangan RS Waru ke depan, Hendarto mengatakan telah membuat berbagai macam perencanaan jangka panjang. Misalnya untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Saat ini juga, lanjut Hendarto, RS Waru menerapkan sistem aplikasi perencanaan terintegrasi (Siteri). Melalui sistem ini tim perencanaan mulai bekerja untuk mengusulkan program secara terencana. Misalnya untuk pengadaan tahun depan, sudah diusulkan tahun ini. Tidak dadakan, akan tetapi terencana dengan matang. (nru/jkt)

Check Also

Barisan Merah Putih RI Papua Dukung Penegakan Hukum Terhadap Koruptor di Papua

Jakarta, sketsindonews – Aktivis 98, Arlon H P Sinambela menyebut bahwa penegakan hukum tehadap Gubernur …

Watch Dragon ball super