Back

Media Terpercaya

Dianggap Kurang Tepat Penuntut Umum Ajukan Banding Atas Vonis Hakim PN Jakpus

Jakarta, sketsindonews – Jaksa Penuntut Umum Santoso dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, mengajukan upaya hukum banding terkait putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pengajuan hukum banding yang dilakukan penuntut umhm lantaran putusan majelis hakim yang diketuai Desbenneri Sinaga, dianggap kurang tepat.

Sebab, jaksa menuntut Terdakwa Rudy Kurniawan selama tiga tahun penjara, sedangkan majelis hakim menjatuhkan vonis kepada terdakwa Rudy hanya 1 tahun 8 bulan penjara.

Proses pemeriksaan berkas perkara banding atau inzage dengan nomor 1123/Pid.B/2019/PN Jkt.Pst, telah dilakukan pada 23 Januari 2020. Dan telah dikirim ke PT DKI 29 Januari 2020 dengan nomor W10-UI/136/HK.01.1.2020.03.

Perlu diketahui, terdakwa Rudy mempunyai sederet masalah kasus hukum, menurut sumber sketsindonews.com, Rudy akan diperiksa dalam waktu dekat ini oleh penyidik Dirkrimum Polda Metro Jaya dalam perkara sumpah palsu yang dilaporkan oleh Dr.Eddy Wijaya.

Atas laporan Dr Eddy tersebut, Dirkrimum PMJ telah mengirimkan surat pemeriksaan dan telah memeriksa dua orang yang kemungkinan besar akan menjadi tersangka yaitu Sandra Setiawan dan Rudy Kurniawan Sukolo Budiman dalam perkara sumpah palsu.

Dalam kasus itu Sandra Setiawan telah dikenakan wajib lapor di PMJ. Semetara dan Rudy Kurniawan akan segera diperiksa sebagai tersangka.

Menurut sumber, Rudy Kurniawan adalah salah satu penggiat anti narkoba dari Asosiasi Purnawira Penegak Hukum Narkoba Indonesia (AP2HNI).

Namun sayangnya Rudy Kurniawan malah menjadi terdakwa penyalahgunaan narkotika yang disidangkan dan divonis di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, selama 8 bulan rehabilitasi pada tahun 2018 dengan nomor perkara 1879/Pid.Sus/2018/PN Jkt.Brt.

Kronologi

Perkara itu berawal saat Rudi Kurniawan Sukolo Budiman, dilaporkan Jong Andrew lantaran telah memalsukan tandatangan untuk perpanjangan kredit di Bank Multiartha Sentosa (MaS) Jakarta.

Lebih lanjut saksi korban Jong Andrew menjelaskan, dia sudah memperingatkan kepada Rudi agar tidak memperpanjang kredit tersebut. Sebab yang menjadi agunan adalah rumah tingal milik Jong Andrew.

Namun tanpa sepengetahuan Jong Andrew, Rudi tetap mengajukan perpanjangan kredit. Tak hanya itu, Rudi juga diduga memalsukan tandatangan Jong Andrew. Akibatnya Rudi berhasil mendapatkan kredit dari Bank MaS sebesar Rp 4 miliar.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.