Home / Berita / Diduga Sebar Hoax PNS Diadili
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Diduga Sebar Hoax PNS Diadili

Jakarta, sketsindonews – Heru Hanindyo selaku Ketua Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, akhirnya menggelar persidangan perdana kasus undang-undang informasi transaksi elektronik atau ITE atas nama Terdakwa Budi Usman.

Persidangan ini adalah yang ketiga kalinya, karena selama dua kali persidangan Budi Usman tidak hadir di persidangan.

Diletahui, penuntut umum Yerich Mohda dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, tidak melakukan penahanan dengan dalih ancaman hukuman terhadap Budi Usman selama 4 tahun penjara.

Dalam surat dakwaan penuntut umum, Budi Usman dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Jo Pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Untuk itu majelis hakim mengingatkan lelaki berstatus pegawai negeri sipil itu, agar patuh memenuhi panggilan persidangan.

“Kami ingatkan kepada terdakwa agar mematuhi agenda persidangan meskipun anda tidak dilakukan penahanan,” tegas Hakim Heru Nanindyo dalam ruang sidang, Selasa (23/2/21) sore.

Duduk perkara

Mengutip surat dakwaan jaksa penuntut umum Yerich Mohda mengungkapkan, terdakwa yang merupakan PNS di bagian Staf Pelaksanaan di Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, menyebarkan informasi bohong melalui akun media sosialnya.

Terdakwa Budi Usman yang berprofesi sehari-hari sebagai Pegawai Negeri Sipil pada Staf Pelaksanaan di Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan itu mengaku sebagai Direktur Komunike Tangerang Utara, memiliki beberapa akun media sosial yaitu, budiusman@yahoo.com, sebagai akun Facebook, dan blog bernama www.budi-usman.com.

JPU Yerihc mengatakan, dalam tulisannya di akun media sosial tersebut, Budi Usman juga mengaku sebagai aktivis di Tangerang Utara.

“Postingan Budi Usman tersebut membahas tentang implikasi Reklamasi Pesisir di Tangerang Utara, yang kemudian disebarkan ke beberapa media lokal untuk dipublikasikan,” tutur JPU Yerihc.

Postingan berjudul implikasi Reklamasi Pesisir di Tangerang Utara pada blog www.budi-usman.com milik terdakwa sendiri dan juga mengirimkan kepada Redaktur tangerangonline.id. dengan tujuan dipublikasi agar dapat di baca oleh kalangan pengguna internet.

Yerich mengungkapkan, tulisan Budi Usman tersebut diduga kopi-an dari salah satu akun Rappler.com, sebagai referensi tanpa melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut.

Tulisan yang disampaikan oleh terdakwa dalam media sosial mau pun dalam berita online yang disebarkan terkait proyek reklamasi yang dianggap ilegal.

Perbuatan terdakwa dijerat dengan ancaman pidana pasal 4 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), junto pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008, pasal 311 ayat 1 KUHP Pasal 310 ayat 1 dan ayat 2 KUHP.

(Sofyan Hadi)

Check Also

Prajurit LANTAMAL III Jakarta Tingkatkan Kemampuan Penyidikan Tindak Pidana Tertentu Di Laut

Jakarta, sketsindonews – Dalam rangka meningkatkan profesionalisme pelaksanaan tugas Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut III …

Watch Dragon ball super