Dipecat, 3 Karyawan Hotel Ini Terus Berjuang, Pihak Hotel: Kita Merasa Tidak Salah

Bintan, sketsindonews – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh Hotel Bintan Agro Beach Resort terhadap tiga karyawannya berbuntut panjang.

M. Fahrul Rozi, Indra Ariyanto dan Meidy Jasumanto mengaku diberhentikan oleh pihak hotel dengan alasan tamu yang berkunjung sedang sepi.

Kepada Fahrul Rozi yang bekerja sejak 10 Agustus 2018 hingga 27 Juli 2019, Indra Ariyanto yang bekerja sejak 10 Juni 2018 hingga 4 Agustus 2019, serta Meidy Jusmanto yang bekerja sejak 27 Oktober 2018 hingga 4 Agustus 2019 pihak hotel memberikan selembar surat berbahasa Inggris.

“Surat itu berbahasa Inggris tanpa ada kebijakan pihak hotel untuk membayar upah lembur, pesangon dan tunjangan THR,” kata Fahrul yang juga didampingi kedua rekannya kepada sketsindonews.com, saat ditemui di kediamannya, Jumat 11 Oktober 2019 lalu.

Tidak tinggal diam, ketiga karyawan tersebut berusaha melakukan perundingan dengan mengajukan surat permohonan Bipartit kepada pihak hotel sebanyak 3 kali. Namun menurut Fahrul, pihak hotel tidak merespon surat yang diajukan.

Mencoba memediasi, sebelumnya salah satu aktivis buruh Darsono mencoba melakukan komunikasi kepada kepala HRD Hotel Bintan Agro Beach Resort, Sina.

Pria yang akrab disapa Pak De ini memaparkan bahwa komunikasi berlanjut dengan pertemuan di salah satu rumah makan di Batu 20 Gesek pada 7 oktober 2019 lalu, pertemuan tersebut di hadiri pihak HRD hotel, Sina, Bambang selaku chief security hotel, beserta Apung.

“Hasilnya pihak perusahan hanya mampu membayar kepada masing-masing pekerja sebesar 2 juta,” katanya.

Karena tidak ada kesepakatan, Darsono memaparkan saat dihubungi oleh Disnaker, selanjutnya diadakan pertemuan pada hari selasa 5 November 2019 sekitar pukul 09.00 pagi.

“Diadakan pertemuan non formal di kantor Disnaker yang di hadiri oleh humas Hotel Bintan Agro Beach Resort, Yadi dan juga Bambang selaku chief security hotel, pihak humas hotel memberikan sagu hati kepada ke 3 karyawan dengan nilai 5 juta perorang,” paparnya.

“Penawaran tersebut di tolak oleh ke 3 karyawan yang di PHK tersebut dengan alasan tidak sesuai dengan peraturan undang-undang tenaga kerja,” tambahnya.

Usai pertemuan tersebut kepada seketsindonews.com Yadi mengatakan hal yang sama bahwa hasil pertemuan tersebut pihak hotel hanya bisa memberikan bantuan inisiatif 5 juta perorang kepada ke 3 kayawan yang di PHK tersebut.

Yadi menjelaskan bahwa pihak hotel tidak melakukan kesalahan, karena telah beperdoman pada perjanjian awal. Namun Yadi tidak menjelaskan secara rinci perjanjian tersebut.

“Jadi intinya kita merasa tidak bersalah, karena kita berpedoman dengan perjanjian awal antara perusahaan dan anak-anak itu,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, saat ditemui Sabtu (9/11/19) ketiga karyawan tersebut tetap merasa hak-haknya sebagai karyawan yang telah bekerja di hotel Bintan Agro Beach Resort tidak dipenuhi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Karena itu, kita memilih untuk ke jalur hukum,” pungkas Fahrul.

(Ian)