Home / Artikel / Dirut PD Pasar Jaya : Harga Kebutuhan Dasar di DKI Stabil, Stock Bahan Pokok Tidak Ada Fluktuasi

Dirut PD Pasar Jaya : Harga Kebutuhan Dasar di DKI Stabil, Stock Bahan Pokok Tidak Ada Fluktuasi

Jakarta, sketsindonews – Dirut PD Pasar Jaya Arif Nasrudin menjamin harga 9 bahan pokok jelang ramadhan hingga Idul Fitri 1439 H untuk stock dan harga kebutuhan dasar masih bisa stabil dan tidak menganggu fluktiasi harga.

Hal ini diungkapkan Arif saat jumpa wartawan di Restioran Sederhana Jalan Raden Saleh Jakarta Pusat dalam refleksi kebutuhan harga pasar tradisional  di  DKI Jakarta.

Menurutnya, sampai minggu awal hingga sekarang ini pihaknya mempunyai bank data harga stockis maupun harga 9 bahan pokok yang termonitor secara baik, tukasnya. (7/6)

Harga serta permintaan pasar (dimand) sangat stabil, hingga saai  ini tidak ada yang ganjil.

Sambung Arif,  sampai minggu terakhir saja sesuai bank data yang kami miliki masalah stok dan harga kita selalu termonitor dan kita selalu tracking (up date).

“Namun demikian kata Arif, hari ini tak dipungkiri ada kenaikan harga ini masih trash hold dan wajar rata – rata kenaikan 2 ribu rupiah hingga 3 ribu rupiah akan kebutuhan pokok, seperti cabe keriting 18 ribu rupiah sebelumnya 16 ribu, cabe besar biji harga 25 ribu sebelumnya 22 ribu rupiah.”

Yah ini kan gejala yang muncul karena stigma pedagang ini setahun sekali para pedagang untuk menaikan, tapi ini normal kecuali kenaikan hingga diatas 5 ribu rupiah perkilo.

Untuk itu dirinya berharap para masyarakat untuk tidak berlebihan melakukan trasaksi belanja apalagi menimbun, biarkan ini menjadi gejala rutin pembelian (ordinary shoping).

Stockis Barang Cukup

Direktur PD Pasar Jaya Arif Nasrudin juga mengukapkan terkait stockis barang dasar yang aman bagi kebutuhan masyarakat misal saja cabe varitas 120 ton perhari kebutuhan di jakarta (jenis TW rawit merah dan cabe hijau dan bawang merah 100 ton perhari, serta bawang putih mencapai 30 ton.

Jakarta saat ini untuk inflasi berkisar  0,45 % sesuai BPS Jakarta secara khusus di pengaruhi  indikator tethadap barang jadi dan perumahan yang mempengaruhi inflasi.

Inflasi itu harus tetap kita jaga untuk tidak lebih dari angka inflasi normal.

Market di DKI Jakarta sekarang sudah dapat terbaca sejak tahun 2017 senilai 120 Milyar, dengan resapan hingga mencapai 300 milyar pada tahun 2018. hal ini karena dengan dorongan belanja dengan menggunakan KJP terhadap suplai barang masyrakat dalam belanja kebutuhan dasar bagi warga tak mampu, pungkas Arif.

reporter : nanorame

Check Also

Peluru Nyasar “Latihan Nembak” Nyaris Mengenai Staff Ahli Anggota DPR RI

Jakarta, sketsindonews – Peristiwa peluru nyasar ke Gedung DPR diruang Wenny Warouw Anggota Komisi III …

Watch Dragon ball super