Home / Berita / DPO!!!! Menjual Nama Mantan KAPOLDA Sumut Untuk Menipu

DPO!!!! Menjual Nama Mantan KAPOLDA Sumut Untuk Menipu

Medan, sketsindonews – Hingga saat ini, Polda Sumut belum berhasil menangkap pelaku penggelapan uang ratusan juta rupiah Agus Siregar dengan modus menjual nama mantan Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso untuk memasukkan seseorang menjadi polisi.

Kasus ini sendiri sudah dilaporkan ke Subdit IV/Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut sejak sembilan bulan lalu. Laporan itu tertuang dalam Surat Tanda Terima Lapor Polisi Nomor: STTLP/873/VI/2016/SPKT “I”.

Laporan itu diterima Briptu Hertika, ditandatangani Kepala Siaga Shif I, Kompol Enjang Bahari. Bahkan, suami korban juga sudah berhasil menangkap pelaku, namun polisi tidak mau menahannya dengan alasan belum cukup bukti.

Berharap kasus ini ditangani secara serius, orang tua korban akhirnya menyurati Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, selasa 21 Mater 2017.

Surat itu berisi bukti laporan dan surat perkembangan dari penyidik, lengkap dengan foto pelaku yang sedang berfoto dengan Irjen Pol Raden Budi Winarso.

“Kita berharap polisi serius menangani kasus ini dan mudah-mudahan pelaku dapat segera ditangkap agar tidak ada korban lain,” ujarnya.

Dia menilai, Subdit IV/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut tidak mampu menangkap pelaku penipuan atas nama Agus Siregar, yang mengaku bisa memasukkan anaknya menjadi angota Polri dengan mematok tarif sebesar Rp180 juta.

Untuk mengelabui Leli, Agus mengaku dekat dengan mantan Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso.

Leli mengingat, penipuan dialaminya pada 6 April lalu di Jalan Garu 7, Kecamatan Medan Amplas. Saat itu Leli didatangi oleh Agus Siregar. Kepada Leli, Agus mengaku bisa memasukkan anaknya menjadi polisi dengan menyetor uang sebesar Rp 180.000.000.

“Jadi Agus bilang dia bisa memasukkan anak saya yang bernama Riski jadi polisi. Agus minta Rp180.000.000. Saya sudah memberi Rp103.500.000. Karena saya ragu, sisanya tidak jadi saya serahkan. Sampai saat ini Agus menghilang,” ujar Leli.

Dikatakan Leli, Agus Siregar mengaku bisa memasukkan anaknya menjadi polisi dengan permohonan bantuan kepada Kapolda Sumatera Utara saat itu, Irjen Pol Drs Raden Budi Winarso, mengatasnamakan Ketua Umum DPP Arun, Dr Eggi Sudjana SH MSi.

“Agus bilang Kapolda yang mengurus semua dengan imbalan uang yang dia minta. Agus juga mesan untuk dicarikan 4 orang lagi, menjual nama Wakapolda,” beber Leli.

Pada 6 Oktober 2016 lalu, kata Leli, Polda Sumut memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor B/1073/X/2016/Ditreskrimum kepadanya.

“nomor: B/278/VII/2016/Ditreskrimum. Tapi sampai sekarang pelaku belum ditangkap,” jelas Leli.

Informasi dikumpulkan, kasus ini sudah masuk ke tahap pemeriksaan saksi-saksi. Setidaknya ada sekitar enam orang yang dimintai keterangannya, termasuk Agus Siregar, namun dia tak pernah memenuhi panggilan penyidik.

“Semoga pelaku dapat ditangkap dan polisi serius menanggapi laporan ini. Jika memang tak mampu, kami akan mengadu ke Mabes Polri,” terang Leli.

Sementara itu, Kasubdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Sandy Sinurat beberapa waktu lalu sempat mengatakan, pihaknya masih terus memburu Agus Siregar hingga ke Kabupaten Dairi.

“Kasus itu masih kita tangani dengan serius dan kami juga pernah memburu keberadaan Agus hingga ke Kabupaten Dairi. Orangnya liar, tapi kalau nampak pasti kita tangkap,” ujar Sandy.

Dikatakan Sandy, Agus Siregar juga dipanggil untuk kedua kalinya, namun tidak pernah memenuhi panggilan penyidik, dimana tindakan selanjutnya untuk perintah membawa saksi/terlapor Agus Siregar.

“Kalau yang kemarin, Agus pernah diamankan suami ibu Leli tapi tidak ditanggapi Polda, karena saat itu penyidik belum mengantongi dua alat bukti. Tapi yang pasti kasus ini masih terus kita selidiki,” ucapnya. (Nhata)

Check Also

Viral !!!, Ibu Siksa Anak Batita, Ini Kata Erlinda

Jakarta, sketsindonews – Ketua Indonesia Child Protection Watch, Erlinda angkat bicara terkait video yang memperlihatkan perlakuan …

Watch Dragon ball super