Home / Berita / DPP Pemuda Perindo Menyatakan Duka Mendalam Atas Jatuhnya Korban Bencana Alam di NTT dan Minta Pemerintah Bergerak Cepat

DPP Pemuda Perindo Menyatakan Duka Mendalam Atas Jatuhnya Korban Bencana Alam di NTT dan Minta Pemerintah Bergerak Cepat

Jakarta, sketsindonews – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Perindo menyatakan duka yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat bencana alam yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemuda Perindo juga meminta pemerintah agar bergerak cepat membantu warga yang terdampak banjir dan tanah longsor serta angin puting beliung.

“Kami terus memantau peritiwa bencana alam yaitu banjir dan tanah longsor serta angin puting beliung yang masih terjadi di wilayah NTT, dan saat ini korban meninggal dunia sudah mencapai lebih dari 40 orang. DPP Pemuda Perindo menyatakan duka yang mendalam atas peristiwa ini dan meminta pemerintah bergerak cepat membantu para korban,” ujar Ketua Umum DPP Pemuda Perindo Effendi Syahputra di Jakarta pada Senin (5/4/21) pagi.

Effendi juga pemerintah pusat dan pemerintah daerah NTT untuk mengerahkan segala kemampuan yang ada guna menyelamatkan warga yang berada di lokasi bencana banjir dan tanah longsong serta memberikan bantuan tanggap darurat secepatnya.

“Bencana alam ini di luar dugaan dan dalam kondisi seperti ini pemerintah pusat di Jakarta dan pemerintah daerah di NTT perlu bergerak cepat untuk menyelamatkan sebanyak mungkin warga yang masih berada ditengah-tengah bencana alam serta memberikan tanggap darurat bagi bagi mereka yang terdampak,” lanjut Effendi.

Sebagai Ketua Umum DPP Pemuda Perindo, Effendi juga meminta para kader Pemuda Perindo yang berada di dekat lokasi bencana alam untuk ikut memberikan bantuan sedapat mungkin sesuai kemampuan bagi para korban.

“Para kader Pemuda Perindo di sekitar lokasi bencana alam juga kami meminta untuk ikut membantu sesuai kapasitas dan kemampuannya masing-masing. Kami terus memastikan teman-teman di daerah terus bersama masyarakat dalam setiap kondisi yang dihadapi masyarakat,” pungkas Effendi.

Bencana alam di NTT akibat curah hujan lebat dan angin kencang berlangsung sejak tanggal 3 April 2021 kemarin dan BMKG memprediksi masih akan berlanjut hingga 9 April 2021 mendatang. Banjir bandang dan tanah lonsor serta angin kencang ini menyebabkan lebih dari 60 orang meninggal dunia dan puluhan lain masih hilang. Selain ribuan rumah rusak, banjir dan angin kencang juga menyebabkan ribuan rumah tergenang bahkan hanyut terbawa arus serta jembatan putus dan pohon tumbang di berbagai wilayah di NTT.

(Eky)

Check Also

Ada Konten Membahayakan, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Tegur TikTok

Bangkalan, sketsindonews -Aksi tawuran sekelompok anak di bawah umur yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur …

Watch Dragon ball super