Back

Media Terpercaya

DPRD Pamekasan Prihatin Nasib TKI Telantar

Pamekasan, sketsindonews – DPRD Kabupaten Pamekasan merasa prihatin dengab nasib Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Negara Malaysia yang menempuh sistem lockdown untuk membasmi virus corona Covid-19. 

Akibatnya tidak sedikitnya di antaranya telantar, bahkan jika lockdown terlalu larut akan mengancam terhadap kesejahteraan dan kebutuhan ekonomi para TKI. 

Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Hamdi mengatakan, sejumlah TKI asal Pamekasan di Negara Malaysia dinilai tidak sedikit jumlahnya. Setiap hari pihaknya sering menerima laporan kondisi terkini di sana. 

“Macam-macam laporannya, cuma ketika tidak dapat fasilitas pemerintah, teman-teman TKI merasa dilantarkan,” kata Hamdi kepada sejumlah wartawan, Jumat (3/4/20).

Menurut Kader PBB itu, Pemkab Pamekasan seharusnya merencanakan untuk melakukan perhatian berupa pengiriman sembako atau sejumlah fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan pokoknya. 

“Tidak hanya yang ada di daerah yang diperhatikan. TKI di Malaysia juga perlu diperhatikan. Sekarang bencana pandemi virus corona Covid-19 sudah di mana-mana. Sebab mereka bagaimana pun bagian dari keluarga Pamekasan,” tuturnya. 

Bagi Hamdi, persoalan status TKI legal dan ilegal demikian tidak jadi pertimbangan. Pemkab Pamekasan harus merangkulnya tanpa memandang bulu. Sebab hal tersebut, bisa diperbaiki dari sisi administrasi hukum. 

Sebelumnya, sejumlah TKI Malaysia asal Pamekasan mengaku sudah puluhan hari tidak bekerja, lantaran di-lockdown pemerintah. Secara otomatis, mereka tidak mendapatkan penghasilan. 

“Semua TKI di sini tidak diperbolehkan bekerja. Sehingga tidak dapat penghasilan gaji,” kata Syaiful Bahri 29 tahun, kepada wartawan lewat video call WhatsApp.

Dalam pengakuannya, TKI sulit mendapat pelayanan pemerintah. Termasuk bantuan sembako. Sebab bantuan tersebut hanya diperuntukkan warga Malaysia sendiri.

“Penghasilan teman-teman bisanya sebulan kurang lebih tiga sampai empat juta. Namun, semenjak ada kebijakan pemerintah dengan menerapkan lockdown, maka banyak TKI memilih berdiam diri,” ungkapnya. 

Dari itu, pria asal Desa Bujur Timur Kecamatan Batumarmar ini berharap Pemerintah Republik Indonesia dapat memberikan bantuan baik sembako atau uang agar warga Indonesia yang ada di Malaysia dapat bertahan hidup.

(nru/pwk) 

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.