Home / Artikel / Di Duga, Beras Oplosan Bededar di Karimun

Di Duga, Beras Oplosan Bededar di Karimun

Karimun, sketsindonews – Beras yang beredar di Karimun dan dikonsumsi masyarakat diduga adalah beras illegal hasil oplosan beras luar dan lokal yang dilakukan oleh oknum-oknum distributor nakal berinisal AM dan AS di kawasan Puakang Karimun dengan modus mengganti beras murah ke karung beras merek mahal.

Bisnis beras oplosan ini sudah lama berlangsung tanpa adanya tindakan dari aparat terkait, ironisnya beras luar negeri maupun beras bulog dikemas kedalam karung lokal dengan harga mahal.

Beginilah permainan pemasok beras di Karimun, beras yang diduga di datangkan dari luar negeri masuk melalui pelantar milik pribadi di kawasan pantai  Wilayah Baran Meral Karimun Kepulauan Riau, sabtu 10/12

Beras luar negeri itu dikemas ulang berbagai ukuran dengan memakai karung plastik bertuliskan nama-nama merek beras lokal setelah masuk ke gudang penampungan bukan untuk membantu masyarakat tapi malah di nikmati oleh oknum tertentu.

Kendati praktek permainan ini sudah cukup lama berlangsung di Karimun, namun Dinas perdagangan Disperindag pemerintah kabupaten karimun terkesan tidak mampu berbuat apa-apa, ada dugaan kalau pengusaha pemasok beras itu, lancar menyirami upetinya bagi para oknum pejabat yang membidanginya.

Kepala Bidang pengawasan barang dalam negeri Nursilwan ketika di hubungi via ponsel oleh sketsindonews.com mengatakan, Soal pengawasan barang yang beredar di Karimun merupakan wewenang dari pemerintah Provinsi Kepri.

“Kita tidak ada wewenang mengawasi peredaran barang maupun sembako yang masuk ke wilayah Karimun, kecuali dari provinsi sama-sama turun untuk melakukan pengawasan ke lapangan,” ucapnya.

Secara terpisah AM dan AS ketika di konfirmasi di lokasi gudang mengatakan beras yang di jualnya murni distribusi dari Bulog dan langsung di salurkan ke masyarakat. “Silahkan saja cek ke gudang,” ujarnya.

Disinggung masalah beras oplosan, dirinya hanya mengatakan, “lihat saja sendiri,” terangnya dengan nada cuek.

Berdasarkan penelusuran wartawan dilapangan diduga ada dua oknum pengusaha nakal berinisial AM memiliki gudang di kawasan daerah puakang sementara AS yang berada di kawasan Pabrik Es Karimun Kepulauan Riau yang diduga kuat melakukan praktek pengoplosan beras illegal ini dan melakukan distribusi ke masyarakat. Salah satu gudang beras yang berada di kawasan Baran Meral karimun. Hingga saat ini, pratek penipuan dan pemalsuan trade brand (merek) nama-nama beras itu, berjalan mulus tanpa adannya tindakan dari instansi yang berwenang, baik pemerintah maupun pihak aparat hukum.

Saat ini berbagai macam merek beras lokal beredar luas di Karimun, padahal beras itu kebanyakan beras oplosan yang sudah dikemas ulang. Biasanya beras itu di datangkan dari luar negeri melalui pelabuhan tidak resmi yang ada di Karimun. Sesampainya di Karimun, masuk ke gudang penampungan, beras itu dibongkar dari dalam karung lalu diganti dengan menggunakan karung plastik yang sudah bertuliskan merek-merek nama beras lokal. Setelah itu selesai dilakukan, barulah beras-beras itu dipasarkan.

Maraknya aksi pembodohan kepada masyarakat yang dilakukan oleh pemasok beras saat ini, tidak menutupi kemungkinan jika pengawasan yang dilakukan oleh disperindag Karimun, sangat lemah, dan lambat akibatnya Peredaran beras opolosan itu bebas bergerilya di pasaran entah kapan berhentinya. Kendati praktek ini sudah berlangsung cukup lama, sampai saat ini belum ada perhatian dari pihak manapun untuk menindaknya, terkesan jika bisnis  dugaan beras oplosan ini disinyalir melibatkan oknum aparat. (Nhata)

Check Also

Calon Kuat Peganti Sandiaga, M Taufik Menguat Sebagai Wagub DKI

Jakarta, sketsindonews – Para Aktifis Jakarta telah menduga pertarungan di DPRD DKI peganti Wagub Sandiaga …

Watch Dragon ball super