Dugaan Korupsi Jiwasraya Naik ke Penyidikan

Jakarta, sketsindonews – Kasus dugaan korupsi di tubuh asuransi Jiwasraya memasuki babak baru, setelah sekian lama penyidik melakukan penyelidikan.

Bahkan Kejaksaan  Tinggi (Kejati) DKI Jakarta telah menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan No. Print-4816/O.1/Fd.1/11/2018 tanggal 27 Nopember 2018.

Dan dari hasil penyelidikan itu, telah didapatkan bukti permulaan yang cukup dan ditingkatkan ketahap penyidikan dengan diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta No. : Print- 1611/M.1/Fd.1/06/2019 tanggal 26 Juni 2019.

Menurut Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi, mengatakan penerbitkan surat perintah penyidikan karena tim pemeriksa sudah mendapatkan alat bukti permulaan untuk kasus yang diduga merugikan keuangan negara. 

Kasus itu sendiri atas laporan masyarakat dan kemudian dikembangkan hingga menjadi berkas.

Dugaan tindak pidana korupsi dalam BUMN PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), dengan kronologis diawali sejak tahun 2014 s.d. 2018, PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui unit kerja pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran prosentasi bunga tinggi (cenderung di atas nilai rata-rata), berkisar 6,5% sampai dengan 10%, sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp. 53,27 trilyun.

Dalam pelaksanaannya, kata Nirwan Nawawi,  terdapat penyimpangan yang diduga melanggar ketentuan perundang-undangan sehingga memenuhi kualifikasi tindak pidana korupsi (delik korupsi), baik terkait proses penjualan produk JS Saving Plan, maupun dalam pemanfaatan pendapatan sebagai hasil penjualan produk JS Saving Plan.

Ditahap proses penyidikan, tim Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah memeriksa sebanyak 66  orang saksi dari pihak-pihak terkait, pengumpulan dokumen-dokumen sebagai alat bukti, dan telah meminta penunjukan Ahli Auditor dari Kantor Akuntan Publik untuk dapat memproses perhitungan kerugian negara.

“Masalah tersangka belum bisa diungkapkan. Yang jelas kasus tersebut jalan terus dan semoga selesai cepat rampung untuk beralih ke penuntutan,” jelas Nirwan.

( Sofyan Hadi)