Home / Artikel / E-Pub Tersedia Perpustakaan Bagi Disabilitas Tuna Netra

E-Pub Tersedia Perpustakaan Bagi Disabilitas Tuna Netra

Jakarta, sketsindonews – Bagi penyandang disabilitas tuna netra kini tak lagi akan kesulitan dalam mencari buku asli dari berbagai versi dengan adanya buku elektronik versi E-Pub.

Pada perpustakaan ini telah diunggah ratusan jenis buku yang jumlahnya terus akan bertambah bagi disabilitas dengan metode struktur bukunya disesuaikan dengan struktur buku asli sehingga sangat aksesibel bagi tunanetra.

Pengunggahan buku elektronik ini akan terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.

Yang dapat menjadi anggota Pustaka Mitra Netra adalah tunanetra–baik yang masih memiliki sisa penglihatan (Low Vision) maupun yang buta total yang telah mendaftarkan diri serta memenuhi persyaratan menjadi anggota.

Salah satu persyaratan yang dimaksud, yaitu mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan keterangan bukti ketunanetraan yang ditandatangani pimpinan organisasi/lembaga ketunanetraan seperti Pertuni.

Aria Indrawati, Ketua Umum Pertuni menjelaskan, Pertuni mengapresiasi dan mendukung kehadiran perpustakaan buku E-Pub yang diinisiasi oleh Yayasan Mitra Netra tersebut.

Selama ini di masyarakat memang telah ada buku epub.

Namun, buku epub yang ada tidak dalam format teks, melainkan dalam format JPG, yaitu ; file hasil pemindaian, yang hanya dapat dibaca dengan penglihatan, dan tidak dapat dibaca dengan perangkat lunak pembaca layar pada gadget tunanetra.

“Itulah sebabnya, pada tahun 2017, Pertuni pun menjalin kerja sama dengan Yayasan Mitra Netra untuk meresmikan sosialisasi penggunaan E-Pub dalam mengakses perpustakaan khusus untuk tunanetra, dan melatih tunanetra di seluruh Indonesia secara bertahap dan terus menerus untuk menjadi pengguna perpustakaan online untuk tunanetra ini,” terang Aria. (27/4)

Menyadari luasnya wilayah Indonesia, Sosialisasi dan pelatihan Penggunaan Buku epub untuk Tunanetra ini akan dipusatkan di beberapa kota di Indonesia, yang diikuti oleh tunanetra pengurus dan anggota Pertuni yang berada di kawasan sekitar kota/propinsi tersebut. Pembagian wilayah diputuskan berdasarkan estimasi banyaknya tunanetra pengguna internet.

Sejak diresmikan oleh Menkominfo RI di UPI, Bandung pada bulan Januari lalu, rangkaian sosialisasi dan pelatihan berlanjut ke Yogyakarta, Denpasar, Malang, dan Manado ditargetkan menyasar sekurang-kurangnya 500 tunanetra.

“Untuk wilayah Yogyakarta sendiri, peserta ditargetkan berjumlah 100 orang tunanetra yang berdomisili di Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa Tengah, serta merupakan pengguna telepon pintar dan komputer bicara,” ujar Tri Bagio, Koordinator Sosialisasi dan Pelatihan, sekaligus Ketua III DPP Pertuni.

Mengingat singkatnya waktu penyelenggaraan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan buku e-pub, Pertuni memandang perlu untuk terlebih dahulu melatih 10 tunanetra asal Yogyakarta.

Diharapkan setelah pelatihan dapat menjadi mentor bagi peserta pelatihan yang masih memerlukan bimbingan/ pendampingan dalam menggunakan buku e-pub.

TOT akan diselenggarakan pada tanggal 28 April, pukul 14.00 sampai 17.00, bertempat di kantor PLD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Adapun peserta TOT yang dipilih harus memenuhi syarat sebagai tunanetra yang mahir menggunakan telepon pintar dan komputer bicara, dan bersedia menjadi mentor bagi sesama tunanetra lainnya.

Acara pembukaan Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Buku Elektronik (E-Pub) di Yogyakarta diharapkan dapat dihadiri oleh 150 orang.

Kemungkinan akan  langsung dihadiri Gubernur DI. Yogyakarta, Wali Kota Yogyakarta, Perwakilan DPRD Yogyakarta, Perwakilan DPD Pertuni Yogyakarta, Rektor UIN Sunan Kalijaga serta 100 orang peserta sosialisasi dan pelatihan, jelas Tri.

reporter : nanorame

Check Also

Camat Senen : Menata Senen Seiring Karakteristik Potensi Iconic Wilayah

Jakarta, sketsindonews – Konsep penertiban secara perlahan akan kami tinggalkan dengan cara pendekatan humanistik yakni …

Watch Dragon ball super