Home / Artikel / Fairy Rooms Penyewaan Harian Urban Tourism Marak, Bagaimana Pengawasan Pemprov DKI Jakarta

Fairy Rooms Penyewaan Harian Urban Tourism Marak, Bagaimana Pengawasan Pemprov DKI Jakarta

Jakarta, sketsindonews – Maraknya urban tourism kini menjadi fenomena dengan tumbuhnya lingkungan rumah warga menjadikan perintukan fungsi berubah baik menjadi losmen atau hotel harian bagi pata wisatawan local maupun mancanegara.

Ppotensi pasar akomodasi di Tanah Air mendorong maraknya  akomodasi lokal independen bermunculan.

Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan pasar akan hotel bujet yang dinilai dapat mengakomodir kebutuhan para pebisnis dan budget traveler untuk mencati yang lebih murah.

Seperti fenomena ini muncul di Kecamatan Sawah Besar (Pasar Baru. Mangga Besar). Menteng (Jalan Jaksa) pantauan sketsindonews. com di lapangan terkait rumah (guest house) hotel sehari yang kini menjadi temoat singgah (penginapan).

Airy Rooms, jaringan hotel bujet di Indonesia, ini telah tumbuh dilokasi lingkungan, bagaiman perijinan itu sehingga tak terpantau oleh Pemprov DKI Jakarta terkait maraknya hingga perijinan di lokasi pemukiman.

Menurut Director Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Napitupulu (VIN) menyatakan, Fairy Rooms maraknya karena lemahnya pengawasan Pemprov DKI dalam kaitan ijin yang kini berubah karena permintaan komunitas telah menjalar di Tanah Air, pungkasnya. (9/4)

Menurutnya, ijin ini masih simpang siur apalagi berkenaan dengan pengawasan, baik dari Dinas Pariwisata, Dinas Perumahan, dan Badan PTSP selaku administrasi ijin tersebut.

Tambah VIN, perubahan peruntukan sangat rentan terutama para pemilik rumah kost fungsinya berubah menjadi Fairy Rooms juga tidak dilaporkan baik RT/RW, Lurah dan Camat.

“Fairy Rooms sejak tahun 2017 telah menjadi booming dengan sasaran urban tourism mengejar budget inap yang murah dan nyaman, walauoun sisi lain bisa menjadikan persoalan kerawanan sosial dan kriminal.”

Camat Sawah Besar Kota Jakarta Pusat Martua Sitorus saat disinggung persoalan ini kepada sketsindonews. com mengakui keberadaan Fairy Rooms memang menjadi fenomena sosial, untuk itu pihaknya akan melakukan koordinasi lintas perangkat kerja daerah dalam ikut antisipasi prosedural, tukasnya.

“Pihaknya akan melakukan penertiban pada losmen maupun kost – kost an yang kini menjadi fungsi penyewaan harian bagi urban tourism.”

Sambung Martua, minimal dalam operasi ini nantinya pihak – pihak terkait dengan tupoksi nya dapat menyelesaikan maraknya Fairy Rooms di wikayahnya yang nota bene tak sesuai aturan perubahan fungsi tersebut, kata Martua

reporter : nanorame

Check Also

Politisi Gerindra M. Taufik, LSM Harus Awasi Sektor Pendapatan DKI Yang Menguap

Jakarta, sketsindonews – Pihak DPRD dalam menyusunan anggaran APBD DKI Jakarta yang mencapai 89,09 Trilyun …

Watch Dragon ball super