Home / Berita / Fenomena ‘Begal Payudara’, Ini Kata KPAI

Fenomena ‘Begal Payudara’, Ini Kata KPAI

Jakarta, sketsindonews – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), Putu Elvina mengapresi kerja cepat Kapolrestabes Kota Medan yang dengan cepat menangkap pelaku begal payudara yang belakangan marak beredar dimedia sosial.

“Perbuatan Pelaku tentu saja tidak dapat ditolerir karena dapat merupakan ancaman terhadap kaum perempuan, terutama siswi perempuan yang melintas sepulang sekolah, kalau dibiarkan maka dikhawatirkan akan rawan terjadi pencabulan atau pemerkosaan”, ujar Putu Elvina, di Jakarta, Selasa (24/4).

Putu menghimbau agar masyarakat harus saling mengawasi, serta melindungi anak-anak dari predator seksual seperti ini, dan dapat segera melaporkan ke Kepolisian setempat agar tidak bertambah korban lainnya.

Menurutnya, dengan adanya peristiwa seperti ini harus dapat dijadikan evaluasi untuk memastikan adanya rute pulang sekolah yang aman, pendidikan kepada anak-anak tentang bagian tubuh yang harus mereka lindungi, serta bagaimana melapor dan mendapatkan bantuan bila mendapatkan perlakuan tidak wajar dan membahayakan.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Indonesia Child Protection Watch, Erlinda mengatakan bahwa saat ini kondisi anak Indonesia masih sangat mengkhawatirkan, dimana kasus Trafficking, kekerasan seksual dan pelanggaran terhadap hak lainnya masih terjadi.

“Kejadian yang sangat tragis baru-baru ini terjadi di wilayah Sumatera Utara, Femonena Pelaku yang melakukan tindakan pelecehan seksual dengan melakukan Aksi meremas Payudara,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Masyarakat sangat resah dengan adanya fenomena ini namun setelah pelaku ditangkap oleh Jajaran Polrestabes Medan pada Selasa 24 April dini hari menjadi Oase dan ketenangan untuk warga Kota Medan.”

Tidak lupa mantan Komisioner KPAI Periode 2014-2017 ini juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Polrestabes Medan dan Polda Sumut, karena telah menangkap dan lakukan langkah cepat sehingga dapat memberikan ketenangan bagi warga Kota Medan yang sangat resah dan ketakutan atas kejadian dan fenomena modus baru bagi pelaku Penyimpanan Seksual.

“Langkah cepat tanggap yang dilakukan Polrestabes Medan patut dicontoh oleh jajaran Kepolisian karena bentuk dedikasi bahwa Polisi sebagai pengayom Masyarakat yang memberikan perlindungan, keamanan dan kenyamanan,” katanya.

Menurutnya, jika terjadi pembiaran atas Fenonena meremas Payudara anak dijalanan oleh pelaku penyimpangan seksual maka akan menjadikan ketakutan dan keresahan pada masyarakat diseluruh Indonesia, karena bisa jadi hal serupa sudah ada namun tidak terekspos di media.

“Saya juga mengucapkan pada masyarakat yg telah menolong korban pada saat sesudah kejadian dan tdk sengaja terekam di CCTV pada mobil yg sengaja dipasang. Mari bersama Wujudkan Gerakan Peduli Lingkungan dan berikan perlindungan bagi anak sebagai generasi penerus bangsa,” tandasnya.

 

(Eky)

Check Also

Tidak Ingin Tidur, Tersangka Pembobolan Bank 50 Miliar Memilih Berdoa

Jakarta, sketsindonews – Jelang putusan Pra Peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Jumat …

Watch Dragon ball super