Home / Berita / Korban Dan Pemilik FIRST TRAVEL Akan Bentuk Tim Penyelamat Aset
Kuasa Hukum Korban First Travel, Riesqi Rahmadiansyah saat mendampingi korban First Travel melakukan aksi di depan Kementerian Agama, Jumat (16/3). (dok. sketsindonews.com)

Korban Dan Pemilik FIRST TRAVEL Akan Bentuk Tim Penyelamat Aset

Jakarta, sketsindonews – Kuasa Hukum Jamaah First Travel dari Advokat Pro Rakyat Riesqi Rahmadiansyah, bersama kuasa hukum dari Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nuraida Hasibuan. Menyatakan akan segera membentuk tim penyelamat untuk asset First Travel.

Melalui siaran pers, senin (16/7) dijelaskan bahwa melalui tim tersebut mereka akan bekerja untuk mencari dan memperjuangkan asset yang sudah disita atau mungkin ada asset yang belum disita.

Hal tersebut makin menjadikan para kuasa hukum baik dari jamaah maupun pemilik masih memiliki harapan bahwa ada asset yang masih dapat dikumpulkan, dan ditemukan agar dapat disita dan jika nanti ditingkat banding atau kasasi asset tersebut tidak kembali disita untuk Negara agar segera digunakan untuk memberangkatkan jamaah.

“Bahwa hingga detik ini klien kami belum menerima bukti salinan asset yang disita dan ini sangat mengganggu proses banding kami, karena kami semua ( tim PH dan klien) ingin agar aset seluruhnya digunakan untuk keberangkatan,” cetusnya Wirananda Goemilang

“Hal tersebut mengingatkan kita bahwa salah satu Kuasa Hukum Andika, Karolus Seda pernah mengatakan bahwa Andika jamin seluruh asetnya bernilai lebih dari 150 Milyar Rupiah, itu adalah murni hasil dari keuntungan PT First Anugrah Karya Wisat selama 9 Tahun menjalankan bisnis ini,” tambahnya.

Kuasa hukum Andika lainnya Muhamad Akbar menyatakan bahwa terkait asset tersebut dalam amar putusan memang yang disita adalah Nomor 1-529, tetapi tidak diperinci. “Sedangkan daftar bukti yang disita saja kami belum terima, hal tersebut sangatlah aneh, mengingat setiap tahapan proses peradilan pidana, ada mekanisme tahap 2, yaitu ketika Kepolisian melimpahkan berkas beserta tersangka untuk selanjutnya di bawah kewenangan kejaksaan, tetapi hingga saat ini, Kejaksaan belum pernah memberikan keterangan apa saja yang disita,” ungkapnya.

Sementara menurut Riesqi Rahmadiansyah, kasus first travel ini ada 2 dimensi permasalahan, dimensi pertama adalah pencabutan lisensi, yang berujung gagal berangkat, kemudian adalah permasalahan asset, jika memang masalah asset menurutnya ada hal yang sangat aneh terjadi.

“Kemarin (minggu) malam tim kami melihat mobil pajero berwarna putih yang disinyalir milik salah satu pemilik First Travel berkeliaran di Jakarta Timur, kami jadi bingung dimana sebenernya fisik barang yang disita tersebut, bahkan kami sempat memvideokan,” ungkapnya.

Hal tersebut membuat Advokat Pro Rakyat yakin akan meminta komisi 3 dan komisi 8 terlibat, dan untuk itu Advokat Pro rakyat sudah bersurat ke komisi 3 dan 8 tetapi belum ditanggapi.

Diyakininya bahwa terkait asset tersebut memang kedua belah kuasa hukum bersatu untuk mencari dan memperjuangkan asset yang baik sudah disita ataupun belum disita, karena kekhawatiran ada pihak yang memanfaatkan ini untuk mengambil keuntungan pribadi.

“Karena kami sudah pegang daftar asset yang dimiliki andika selama memiliki First Travel selama 9 tahun dan akan kita cocokan jika nanti kita sudah dapatkan dokumen resmi dari kejaksaan, terkait asset yang sudah disita untuk Negara, dan kami ingin agar media membantu mengawal kasus ini,” tandas Riesqi Rahmadiansyah.

Berikut Video Mobil Pajero Yang Diduga Milik Bos First Travel:

(Eky)

Check Also

“Dilaporkan”, Anak Sekolah Teriak 2019 Ganti Presiden

Jakarta, sketsindonews – Direktorat Hukum & Advokasi TKN Jokowi-KH. Ma’ruf Amin tanggapi serius adanya pelibatan …

Watch Dragon ball super